Kompas.com - 12/07/2013, 08:18 WIB
Seekor orang utan sedang dipindahkan oleh petugas Kebun Binatang Surabaya (KBS) menggunakan mobil bak terbuka, untuk dimasukkan kedalam kandang angkut binatang, Selasa (4/6/2013). Rencanaya sejumlah hewan koleksi KBS seperti tiga ekor Gajah, empat ekor Komodo, delapan ekor Jalak Bali, lima ekor Kambing Gunung, 30 ekor Pelikan, dua ekor Kuda Nil Mini, tiga ekor Sitanunga, dua ekor Orang Hutan, dua ekor Kera Sulawesi, empat ekor Iguana, lima ekor Bekantan, empat ekor Pecu Kepala Hitam dan delapan ekor Ibis Putih akan dipindah ke Taman Mirah Fantasi Banyuwangi. Komodo dan Jalak Bali juga akan dikirim setelah mendapatkan surat dari presiden terkait hewan langka yang dilindungi. SURYA/ERFAN HAZRANSYAH Seekor orang utan sedang dipindahkan oleh petugas Kebun Binatang Surabaya (KBS) menggunakan mobil bak terbuka, untuk dimasukkan kedalam kandang angkut binatang, Selasa (4/6/2013). Rencanaya sejumlah hewan koleksi KBS seperti tiga ekor Gajah, empat ekor Komodo, delapan ekor Jalak Bali, lima ekor Kambing Gunung, 30 ekor Pelikan, dua ekor Kuda Nil Mini, tiga ekor Sitanunga, dua ekor Orang Hutan, dua ekor Kera Sulawesi, empat ekor Iguana, lima ekor Bekantan, empat ekor Pecu Kepala Hitam dan delapan ekor Ibis Putih akan dipindah ke Taman Mirah Fantasi Banyuwangi. Komodo dan Jalak Bali juga akan dikirim setelah mendapatkan surat dari presiden terkait hewan langka yang dilindungi. SURYA/ERFAN HAZRANSYAH
Penulis Harry Susilo
|
EditorPalupi Annisa Auliani

SURABAYA, KOMPAS.com — Untuk mengatasi persoalan di Kebun Binatang Surabaya, Jawa Timur, diperlukan revitalisasi secara menyeluruh. Diperkirakan, butuh dana sekitar Rp 90 miliar untuk revitalisasi menyeluruh itu.

Ketua Harian Tim Pengelola Sementara Kebun Binatang Surabaya (TPS KBS) Tony Sumampau mengatakan, revitalisasi mencakup perbaikan dan pembangunan kandang, pembangunan karantina, hingga mendatangkan satwa baru. Saat ini, banyak kandang satwa di KBS yang tak terurus dan sebagian satwa yang overpopulasi dimasukkan dalam karantina.

“TPS siap mendampingi Pemkot Surabaya untuk mengelola KBS bersama. Setelah diambil alih Pemkot, revitalisasi perlu segera dilakukan karena dapat didukung dana dari APBD,” ujar Tony, di Balaikota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (11/7/2013).

Revitalisasi tersebut, kata Tony, tentunya membutuhkan konsep pengelolaan yang berorientasi pada konservasi. Pembangunan sarana dan prasarana maupun pemeliharaan satwa ini perlu dibarengi perombakan sumber daya manusia. Sarana prasarana yang baik dan SDM yang memiliki kompetensi, ujar Tony, memengaruhi kondisi kesehatan dan tingkat stres satwa.     

Asisten III Sekretariat Kota Surabaya Bidang Administrasi Umum M Taswin mengatakan, KBS memiliki empat fungsi, yakni tempat rekreasi, konservasi, edukasi, dan riset. Dengan mengacu empat fungsi itu, Pemkot Surabaya membentuk Perusahaan Daerah Taman Satwa KBS untuk mengelola KBS dengan menunggu izin dari Menteri Kehutanan diterbitkan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X