Belum Puasa, Jemaah Sattariyah di Medan Baru Akan Rukyat

Kompas.com - 10/07/2013, 19:22 WIB
Ilustrasi pemantauan hilal. SRIWIJAYAPOST/SYAHRUL HIDAYATIlustrasi pemantauan hilal.
|
EditorFarid Assifa

MEDAN, KOMPAS.com — Jemaah tarekat Sattariyah di Kota Medan belum melaksanakan ibadah puasa Ramadhan hari ini. Mereka baru akan menentukan awal Ramadhan setelah melakukan rukyat senja nanti, Rabu (10/7/2013). 

Berdasarkan penghitungan mereka, para pengikut Syekh Burhanuddin dari Nagari Ulakan, Padang Pariaman, Sumatera Barat, ini berkeyakinan hari ini masih 29 Syakban 1434 Hijriah. 

"Sesuai penghitungan kami dengan menyatukan antara huruf tahun dan bulan, kami baru akan melakukan rukyat nanti sore sebelum maghrib," kata Mukhtar, salah seorang jemaah yang juga nazir Masjid Syekh Burhanuddin, di Jalan Rawa II Gang Sempurna, Medan Denai, Medan. 

Menurutnya, jika bulan telah terlihat pada rukyat nanti, jemaah Sattariyah di Medan akan memulai ibadah puasa besok, Kamis (11/7/2013).

"Kalau bulan terlihat, kami akan langsung melaksanakan shalat tarawih malam ini," katanya lagi.

Seandainya mereka tetap tidak melihat bulan, jemaah Sattariyah akan menggenapkan Syakban menjadi 30 hari. Mereka baru berpuasa pada Jumat (12/7/2013).

Mukhtar menjelaskan, jemaah Sattariyah di Kota Medan berjumlah sekitar ribuan orang. Mereka merupakan bagian dari sekitar 3.000 keluarga dari Nagari Ulakan yang tersebar di Kota Medan. Jumlah itu belum ditambah jemaah Sattariyah yang berasal dari daerah-daerah lain di Sumatera Barat.

Terdapat tiga masjid dan lima mushala di kawasan Medan Denai sekitarnya yang menjadi pusat ibadah jemaah ini.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

    Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

    Regional
    Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

    Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

    Regional
    19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

    19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

    Regional
    Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

    Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

    Regional
    Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

    Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

    Regional
    Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

    Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

    Regional
    Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

    Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

    Regional
    Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

    Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

    Regional
    Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

    Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

    Regional
    2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

    2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

    Regional
    Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

    Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

    Regional
    Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

    Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

    Regional
    'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

    "Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

    Regional
    [POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

    [POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

    Regional
    Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

    Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X