Tolak Imperialisme, Kader PRD Demo Terminal BBM Pertamina

Kompas.com - 08/07/2013, 15:28 WIB
KOMPAS.com/Tigor Munthe Belasan orang yang menyebut dirinya Partai Rakyat Demokratik (PRD) Pematangsiantar mendemo terminal bahan bakar minyak (BBM) Pertamina di Jalan Bola Kaki, Pematangsiantar, Sumatera Utara, Senin (8/7/2013).

PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com — Belasan orang yang menyebut dirinya kader Partai Rakyat Demokratik (PRD) Pematangsiantar mendemo terminal bahan bakar minyak (BBM) Pertamina di Jalan Bola Kaki, Pematangsiantar, Sumatera Utara, Senin (8/7/2013).

Sambil membawa bendera partai mereka, para aktivis PRD langsung menuju pintu gerbang terminal BBM. Mereka disambut dan dihadang puluhan aparat Kepolisian Resor Pematangsiantar. Para demonstran menggelar orasi secara bergantian, menyampaikan pernyataan mereka terkait gerakan nasional Pasal 33 UUD 45.

Dalam orasinya, Ketua PRD Pematangsiantar Parluhutan Banjarnahor mengatakan, pemerintah saat ini sangat gandrung kepada liberalisme ekonomi. Situasi ini, menurutnya, membuka peluang terjadinya apa yang disebut VOC berbaju baru.

"Penjajahan bentuk baru tengah terjadi. Lihatlah Indonesia saat ini menjadi sumber atau penyedia bahan baku bagi negara kapitalis. Ekspor kita hampir semua bahan mentah seperti batu bara, minyak, gas, bauksit, karet, dan minyak kelapa sawit," kata Parluhutan.

Selain itu, kata Parluhutan, Indonesia saat ini menjadi surga penanaman modal asing, tempat pemasaran hasil produksi negara maju dan penyedia tenaga kerja murah.

"Padahal, jika negara dan pemerintah konsisten menjalankan Pasal 33 UUD 45, maka tidak perlu terjadi hal-hal di atas yang merupakan ciri kolonialisme dan imperialisme," kata Parluhutan kemudian.

Untuk itu, menurutnya, PRD sebagai salah satu kekuatan nasional yang anti-imperialisme menyatakan sikap bahwa penyelenggara negara sekarang sudah melenceng dari tujuan dan cita-cita nasional. Pemerintah sekarang telah mengkhianati semangat konstitusi, khususnya Pasal 33. Pemerintah SBY-Boediono dinilai tidak bisa menyejahterakan rakyat.

Pedemo mengajak seluruh rakyat berjuang bersama-sama menghentikan pemerintah yang patuh dan tunduk pada imperialisme. Sementara itu, seusai menyampaikan pernyataan sikap, massa PRD yang melakukan aksi hampir satu jam itu membubarkan diri sambil berkonvoi menggunakan sepeda motor dan angkutan roda empat mengitari jalan protokol.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorFarid Assifa

    Terkini Lainnya

    Penasihat Hukum Sebut Surat Pengunduran Diri Bupati Mandailing Natal Tak Penuhi Syarat untuk Ditindaklanjuti

    Penasihat Hukum Sebut Surat Pengunduran Diri Bupati Mandailing Natal Tak Penuhi Syarat untuk Ditindaklanjuti

    Regional
    200 Pasukan Brimob Polda Maluku Akan Dikirim ke Jakarta, Ada Apa?

    200 Pasukan Brimob Polda Maluku Akan Dikirim ke Jakarta, Ada Apa?

    Regional
    Majelis Dzikir Hubbul Wathon Kecam Ledakan Bom Sri Lanka

    Majelis Dzikir Hubbul Wathon Kecam Ledakan Bom Sri Lanka

    Regional
    Tangga yang Dilewati Yesus saat Menghadap Pilatus Kini Dibuka untuk Umum

    Tangga yang Dilewati Yesus saat Menghadap Pilatus Kini Dibuka untuk Umum

    Internasional
    Untuk Pertama Kali, Seluruh SMP di Landak Kalbar Gelar UNBK

    Untuk Pertama Kali, Seluruh SMP di Landak Kalbar Gelar UNBK

    Nasional
    Seorang Pemuda Tewas Dibacok Puluhan Orang Tidak Dikenal di Ciputat

    Seorang Pemuda Tewas Dibacok Puluhan Orang Tidak Dikenal di Ciputat

    Megapolitan
    Bupati Mandailing Natal Ajukan Pengunduran Diri karena Kecewa Warganya Tak Pilih Jokowi

    Bupati Mandailing Natal Ajukan Pengunduran Diri karena Kecewa Warganya Tak Pilih Jokowi

    Regional
    Meninggal, Bayi yang Dikubur Hidup-hidup oleh Ibunya di Purwakarta

    Meninggal, Bayi yang Dikubur Hidup-hidup oleh Ibunya di Purwakarta

    Regional
    Sandiaga Mengaku Sudah Sehat, Lari Sore 5 Kilometer

    Sandiaga Mengaku Sudah Sehat, Lari Sore 5 Kilometer

    Nasional
    Bupati Mandailing Natal Akui Mundur karena Kecewa Hasil Pemilu

    Bupati Mandailing Natal Akui Mundur karena Kecewa Hasil Pemilu

    Regional
    Saat Tidur, Pemimpin Ku Klux Klan di AS Ditembak Mati Sang Istri

    Saat Tidur, Pemimpin Ku Klux Klan di AS Ditembak Mati Sang Istri

    Internasional
    Pengebom Bunuh Diri Sri Lanka Ikut Antre Makanan Sebelum Beraksi

    Pengebom Bunuh Diri Sri Lanka Ikut Antre Makanan Sebelum Beraksi

    Internasional
    3 TPS di Kota Kupang Diputuskan Gelar Pemungutan Suara Ulang

    3 TPS di Kota Kupang Diputuskan Gelar Pemungutan Suara Ulang

    Regional
    Logistik Pemilu Telat Sampai, 30.962 DPT di Nias Selatan Gelar PSU

    Logistik Pemilu Telat Sampai, 30.962 DPT di Nias Selatan Gelar PSU

    Regional
    Viral Video 4 Pemuda Tak Sadarkan Diri di Pinggir Jalan Setelah Minum Kopi, Ini Penjelasan Polisi

    Viral Video 4 Pemuda Tak Sadarkan Diri di Pinggir Jalan Setelah Minum Kopi, Ini Penjelasan Polisi

    Megapolitan

    Close Ads X