Masa Tanggap Darurat Gempa Aceh 1 Minggu

Kompas.com - 03/07/2013, 17:24 WIB
Warga Desa Lampahan, Aceh, berkumpul di luar rumah mereka setelah gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter mengguncang wilayah itu, Selasa (2/7/2013). Sejumlah orang tewas dan terluka, serta ribuan rumah rata dengan tanah akibat gempa tersebut.
AFP PHOTO / REZA JUANDAWarga Desa Lampahan, Aceh, berkumpul di luar rumah mereka setelah gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter mengguncang wilayah itu, Selasa (2/7/2013). Sejumlah orang tewas dan terluka, serta ribuan rumah rata dengan tanah akibat gempa tersebut.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menetapkan masa tanggap darurat untuk penanganan gempa Aceh berlangsung selama 1 minggu, dimulai Rabu (3/7/2013) hingga Selasa (9/7/2014) pekan depan. Selanjutnya akan dievaluasi sesuai kondisi di lapangan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan tim BNPB Pusat, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Pekerjaan Umum sudah bertolak ke Bener Meriah, Aceh, pada Selasa (2/7/2013) malam untuk melakukan koordinasi dengan bupati setempat.

Tim gabungan berangkat dengan pesawat carteran Susie Air. "BPBA, TNI, Polri, SKPD, dan PMI saat ini sudah melakukan upaya penyelamatan, pencarian, dan distribusi bantuan," kata Sutopo, Rabu (3/7/2013) di Jakarta.

Sutopo menerangkan, pada Rabu (3/7/2013) sekitar pukul 10.00 WIB, Menko Kesra Agung Laksono dan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri telah bertolak ke Aceh.

"Untuk potensi nasional di BNPB, logistik yang dikirim saat ini mencukupi untuk penanganan gempa. Jika kurang akan dikirim lagi, tadi tiga truk dikirim ke lokasi pengungsian meliputi beras, minyak, tenda dan sebagainya," jelas Sutopo.

Saat ini terdapat 15 titik pengungsian. Lima di antaranya berada di Bener Meriah dan 10 lainnya di Aceh Tengah. "Untuk data pengungsi secara keseluruhan belum ada, namun salah satu titik saat ini diisi 700 orang," ungkap Sutopo.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Wali Kota Salatiga Perintahkan Pendampingan Disabilitas Dilakukan Menyeluruh

    Wali Kota Salatiga Perintahkan Pendampingan Disabilitas Dilakukan Menyeluruh

    Regional
    Debat Pilkada Putaran Kedua, Gibran Ingin Solo Utara Jadi Pusat Perdagangan, Bajo Bangun Jalan Layang

    Debat Pilkada Putaran Kedua, Gibran Ingin Solo Utara Jadi Pusat Perdagangan, Bajo Bangun Jalan Layang

    Regional
    Tenda Terendam Air Hujan, Ribuan Pengungsi Erupsi Gunung Ile Lewotolok Direlokasi

    Tenda Terendam Air Hujan, Ribuan Pengungsi Erupsi Gunung Ile Lewotolok Direlokasi

    Regional
    Diterjang Puting Beliung, 23 Rumah Warga di Kalsel Porak-poranda

    Diterjang Puting Beliung, 23 Rumah Warga di Kalsel Porak-poranda

    Regional
    BNPB: Jalur Evakuasi di Gunung Semeru Harus Segera Dibangun

    BNPB: Jalur Evakuasi di Gunung Semeru Harus Segera Dibangun

    Regional
    Bupati Positif Covid-19, Puluhan Pejabat Pemkab Bantaeng Jalani 'Swab Test'

    Bupati Positif Covid-19, Puluhan Pejabat Pemkab Bantaeng Jalani "Swab Test"

    Regional
    Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

    Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

    Regional
    Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

    Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

    Regional
    8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

    8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

    Regional
    Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

    Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

    Regional
    Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

    Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

    Regional
    7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

    7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

    Regional
    Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

    Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

    Regional
    22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

    22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

    Regional
    Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

    Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X