Meski Ditodong Senjata, Margo Tetap Bungkam

Kompas.com - 02/07/2013, 19:34 WIB
Tim penasehat hukum berbincang saat akan menjalani sidang perdana kasus penyerangan LP Cebongan di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Bantul, DI Yogyakarta, Kamis (20/6/2013). Dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwan tersebut dibagi menjadi empat berkas dengan 12 terdakwa dari prajurit Kopassus Grup II Kandang Menjangan Kartosura terkait kasus penyerangan LP Cebongan yang menewaskan 4 tahanan titipan Polda DI Yogyakarta. TRIBUNJOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI Tim penasehat hukum berbincang saat akan menjalani sidang perdana kasus penyerangan LP Cebongan di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Bantul, DI Yogyakarta, Kamis (20/6/2013). Dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwan tersebut dibagi menjadi empat berkas dengan 12 terdakwa dari prajurit Kopassus Grup II Kandang Menjangan Kartosura terkait kasus penyerangan LP Cebongan yang menewaskan 4 tahanan titipan Polda DI Yogyakarta.
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sidang kasus penyerangan Lapas Kelas IIB Cebongan, Sleman kembali digelar di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi dari pihak Lapas, Selasa (2/7/2013).

Di berkas pertama, Kepala Pengamanan Lapas Kelas IIB Cebongan Margo Utomo yang merupakan saksi III mengaku, meski dipaksa menunjukkan, ia tetap tak beritahu lokasi Deky Cs.

Sidang berkas satu ini dipimpin Majelis Hakim yang diketuai Letnan Kolonel (chk) Joko Sasmito dengan menghadirkan tiga terdakwa Sersan Dua Ucok Tigor Simbolon, Sersan Satu Sugeng Sumaryanto, dan Kopral Satu Kodik.

"Salah satu pelaku terus bertanya, mana Deky? Lantas pelaku membawa saya berkeliling sampai enam blok untuk menunjukkan lokasi Deky Cs, tapi saya tidak mau menunjukkan," jelas Margo Utomo di persidangan, Selasa.

Setelah itu, Margo Utomo dibawa pelaku ke lapangan tengah Lapas Cebongan, lalu kepalanya ditodong dengan menggunakan senjata api laras panjang dan disuruh tiarap. Saat itu, lanjut Margo, dirinya sempat melihat pelaku dengan satu petugas sipir menuju Blok 5 ruang Anggrek yang merupakan tempat Deky Cs ditahan.

"Saya mendengar rentetan tembakan sebanyak tiga kali, lalu ada suara yang meminta para tahanan tepuk tangan," ucapnya.

Seusai para pelaku keluar dan dirinya mendengar suara mobil berjalan, ia baru berani bangun dan langsung berjalan ke arah sel Blok 5 Anggrek. Setibanya di sana ia mendapati empat tahanan sudah tewas dengan luka tembak.

Sidang berkas pertama dengan menghadirkan tiga saksi dari petugas lapas yakni Margo Utomo, Indrawan Tri Widayanto dan Supratikyo berlangsung dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 12.15 WIB.

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X