Dua Tewas, Pelaku Penyerangan di Puncak Jaya Masih Diburu

Kompas.com - 25/06/2013, 21:20 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
TIMIKA, KOMPAS.com – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Papua, Kombes Pol I Gde Sumerta Jaya mengaku belum dapat memastikan kelompok bersenjata yang melakukan penyerangan terhadap mobil Satuan Tugas (Satgas) Bantu Kopassus Pos Ilu, Kabupaten Puncak Jaya Papua, Selasa (25/6/2013) siang.

I Gde dalam pesan singkatnya kepada Kompas.com membenarkan kejadian yang berlangsung Selasa, sekitar pukul 14.00 WIT, di mana Komandan Satgas Bantu/ Maleo Pos Ilu, Letda Inf I Wayan Sukarta, bersama Tono warga sipil yang mengemudikan mobil, meninggal dalam penyerangan tersebut.

“Diduga penyerangan dilakukan oleh tujuh orang dengan menggunakan senjata laras panjang. Pelaku belum dapat diidentifikasi dan masih dalam penyelidikan,” kata dia.

Informasi yang dihimpun Kompas.com, kelompok bersenjata yang menyerang patroli Satgas bantu di daerah kebun anggur Jigonikme, Distrik Ilu, selain menembak dua dari empat orang yang ikut dalam rombongan patroli tersebut, juga membakar mobil Ford DS 8832 KA.

Sekitar pukul 16.00 WIT, bantuan dari Pos Satgas Bantu datang ke lokasi kejadian namun sudah tidak menemukan pelaku penyerangan. Kemudian, jenazah Letda Inf I Wayan Sukarta bersama jenazah Tono kemudian dipindahkan ke pos terdekat.

Akibat kejadian ini sepucuk senjata Sig Sauer milik Letda Inf I Wayan hilang direbut kelompok bersenjata yang diduga dari kelompok TPN/OPM yang berbasis di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya.

Peristiwa penembakan terhadap anggota TNI yang bertugas di sejumlah pos yang tersebar di berbagai Distrik di sejumlah Kabupaten di Pegunungan Tengah Papua, merupakan kejadian kedua dalam tahun ini.

Sebelumnya pada Kamis (21/2/2013) lalu, peristiwa penyerangan juga berlangsung di Pos Satgas Bantu/ Maleo Tingginambut yang mengakibatkan seorang anggota Kopassus, Pratu Wahyu Wibowo meninggal tertembak.

Pada hari yang sama, kelompok bersenjata tidak dikenal juga melakukan penyerangan terhadap rombongan anggota Koramil Distrik Sinak, Kabupaten Puncak yang mengakibatkan tujuh personil TNI bersama empat orang sipil meninggal dunia tertembak.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawaslu Rekomendasikan Pilkada Boven Digoel Ditunda, Faktor Keamanan dan Logistik Belum Siap

Bawaslu Rekomendasikan Pilkada Boven Digoel Ditunda, Faktor Keamanan dan Logistik Belum Siap

Regional
36 Pelajar SMP di Surabaya Positif Covid-19

36 Pelajar SMP di Surabaya Positif Covid-19

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 2 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 2 Desember 2020

Regional
Rizieq Minta Maaf soal Acara di Bogor, Bagaimana dengan Kasus Hukumnya?

Rizieq Minta Maaf soal Acara di Bogor, Bagaimana dengan Kasus Hukumnya?

Regional
Bupati Pati Larang Kerumunan Saat Perayaan Natal dan Tahun Baru 2021

Bupati Pati Larang Kerumunan Saat Perayaan Natal dan Tahun Baru 2021

Regional
Buru Kelompok MIT Pimpinan Ali Kalora, Kapolda Sulteng Berkantor di Poso

Buru Kelompok MIT Pimpinan Ali Kalora, Kapolda Sulteng Berkantor di Poso

Regional
Polisi Tembak Mati Kurir Sabu 30 Kg yang Punya 7 Identitas

Polisi Tembak Mati Kurir Sabu 30 Kg yang Punya 7 Identitas

Regional
Gudang Sekolah di Samarinda Jadi Pabrik Narkoba, Bahan Bakunya dari Jakarta

Gudang Sekolah di Samarinda Jadi Pabrik Narkoba, Bahan Bakunya dari Jakarta

Regional
Ibu Mahfud MD Batal Diungsikan Setelah Ada Jaminan Keamanan

Ibu Mahfud MD Batal Diungsikan Setelah Ada Jaminan Keamanan

Regional
Meski Tak Diwajibkan, Bawaslu Bali Berharap Saksi Paslon di Pilkada Jalani Rapid Test

Meski Tak Diwajibkan, Bawaslu Bali Berharap Saksi Paslon di Pilkada Jalani Rapid Test

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 2 Desember 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 2 Desember 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 2 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 2 Desember 2020

Regional
Bisa Tampung Ribuan Pasien Covid-19, Asrama Haji di Solo Diusulkan Jadi Tempat Isolasi

Bisa Tampung Ribuan Pasien Covid-19, Asrama Haji di Solo Diusulkan Jadi Tempat Isolasi

Regional
Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Maut di Sumedang Jadi Tersangka

Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Maut di Sumedang Jadi Tersangka

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 2 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 2 Desember 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X