Ketahuan Pungli, 2 Sekolah Kembalikan Uang Pendaftaran

Kompas.com - 25/06/2013, 14:14 WIB
|
EditorFarid Assifa
PAMEKASAN, KOMPAS.com — Dua sekolah di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, kedapatan melakukan pungutan liar (pungli) biaya daftar ulang (registrasi). Kedua sekolah itu yakni SMP Negeri 7 Pamekasan dan SMKN 2 Pamekasan.

Dua sekolah tersebut memungut setiap siswa Rp 152.000. Karena ketahuan, uang tersebut dikembalikan lagi kepada siswa baru yang sudah terlanjur mengajukan pendaftaran.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan Achmad Hidayat, Selasa (25/6/2013), menjelaskan, sekolah tidak diperbolehkan melakukan pungutan uang apa pun kepada siswa. Pasalnya, Disdik sudah membebaskan semua pembiayaan yang berkaitan dengan siswa baru dan biaya daftar ulang.

"Segalanya sudah ditanggung oleh APBD untuk pembiayaan siswa baru. Jika ada sekolah yang melakukan penarikan, maka harus dikembalikan," tegas Hidayat.

Di SMKN 2 Pamekasan sendiri pungutan di luar sepengetahuan Disdik Pamekasan di antaranya iuran bulan Juli sebesar Rp 50.000; biaya perpustakaan selama setahun Rp 25.000; biaya kegiatan OSIS selama setahun Rp 60.000; biaya asuransi kecelakaan selama setahun Rp 12.000 dan; biaya bedge identitas Rp 5.000.

Beberapa siswa di SMKN 2 Pamekasan sudah ada yang telanjur membayarnya. Alasannya, mereka khawatir dicoret sebagai siswa di sekolahnya. Sebab dalam surat edaran yang ditandatangani Kepala SMKN 2 Pamekasan Tarmudji, jika siswa tidak segera melakukan registrasi sampai tanggal 14 Juli mendatang, langsung dianggap mengundurkan diri.

Sodikin, salah satu siswa SMKN 2 Pamekasan jurusan Teknik Bangunan mengatakan, karena penarikan sumbangan itu sifatnya mendadak, maka segera mencari pinjaman. Sebab orangtuanya sudah tidak bekerja.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya terpaksa cari pinjaman untuk bayar registrasi," terangnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Pamekasan Tarmudji saat dikonfirmasi melalui ponselnya mengatakan akan mengembalikan pungutan itu kepada masing-masing siswa yang sudah telanjur membayarnya.

"Akan saya kembalikan semua uang yang sudah telanjur membayarnya, kecuali untuk iuran pada bulan Juli mendatang," terangnya singkat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X