Kompas.com - 25/06/2013, 11:56 WIB
Suporter Persib Bandung melihat keadaan dalam bus Tim Persib Bandung di Rest Area KM 19 Tol Cikampek, Jawa Barat, Minggu (22/6/2013). Rombongan Tim Persib yang sedianya akan bertanding melawan tuan rumah Persija Jakarta diserang oleh oknum suporter Persija ketika keluar dari hotel di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta. TRIBUNNEWS/DANY PERMANASuporter Persib Bandung melihat keadaan dalam bus Tim Persib Bandung di Rest Area KM 19 Tol Cikampek, Jawa Barat, Minggu (22/6/2013). Rombongan Tim Persib yang sedianya akan bertanding melawan tuan rumah Persija Jakarta diserang oleh oknum suporter Persija ketika keluar dari hotel di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
|
EditorKistyarini
BANDUNG, KOMPAS.com — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo menilai, pelemparan dan perusakan bus yang ditumpangi oleh skuad Persib Bandung murni sebagai tindakan kriminal, bukan didasari oleh semangat olahraga.

"Saya tidak mau mengintervensi laporan itu. Kalau ketahuan ada oknum, harus dipisahkan dari spirit pertandingannya," kata Roy Suryo di sela kunjungan ke Universitas Pendidikan Indonesia, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/6/2013).

Menpora menambahkan, dia menyerahkan kasus sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk mengusutnya. "Biar pihak kepolisian yang mengusut apakah mereka itu oknum atau suporter salah satu kesebelasan," imbuhnya.

Sementara itu, Roy Suryo menyatakan, kasus pelemparan bus tim Persib Bandung di Jalan Gatot Subroto sedikit demi sedikit sudah menemui titik terang. Dia mengatakan, Polres Metro Jakarta Selatan saat ini sudah memeriksa beberapa saksi dan barang bukti untuk mengetahui kelompok pelaku yang mengatasnamakan Jakmania itu.

"Kepolisian sudah meminta keterangan enam saksi yang ada beberapa satpam di kantor yang berdekatan dengan tempat kejadian, rekaman CCTV yang ada di situ, kemudian keterangan dari beberapa petugas parkir yang membawa kamera juga," kata Roy di sela kunjungan ke Universitas Pendidikan Indonesia, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/6/2013).

Menpora menambahkan, bukti-bukti tersebut untuk mengetahui lebih detail kronologi kejadian penyerangan secara sporadis tersebut.

"Jadi, kita mengetahui arah datang dari mana, pakai atribut apa, kemudian tindakan penyerangan sampai masuknya bus tersebut ke dalam tol itu sudah saya dengar semuanya," paparnya.

Kendati demikian, belum ada pelaku yang berhasil ditangkap hingga malam ini. "Pelakunya belum ditangkap sampai dengan semalam, tapi artinya saya berharap kondisi bisa definitif agar ada efek jera," paparnya.

Diberitakan sebelumnya, satu bus yang mengangkut rombongan pemain dan ofisial tim Persib Bandung dilempari batu oleh sekelompok orang tak dikenal di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, mengarah ke Semanggi, pada Sabtu (22/6/2013) siang.

Pelemparan dilakukan tak lama setelah bus meninggalkan Hotel Kartika Chandra, tempat tim Persib Bandung menginap, dan bersiap menuju Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk menjalani lanjutan pertandingan ISL melawan Persija Jakarta.

Akibat lemparan batu, bus dengan nomor polisi D 1405 H itu mengalami rusak dan kaca retak. Rombongan tim Persib Bandung akhirnya mengurungkan niat bertanding dan kembali ke Bandung.

Malam harinya, sejumlah kawasan di Kota Bandung seperti di Braga, Pasteur, Dago, dan Riau terjadi sweeping dan perusakan terhadap kendaraan bernomor polisi asal Jakarta (B) oleh sekelompok orang.

Diduga kuat aksi tersebut merupakan aksi balasan dan terkait erat dengan aksi perusakan bus Persib Bandung di Jakarta pada Sabtu siang.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

    Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

    Regional
    798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

    798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

    Regional
    Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

    Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

    Regional
    PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

    PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

    Regional
    Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

    Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

    Regional
    Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

    Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

    Regional
    Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

    Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

    Regional
    Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

    Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

    Regional
    Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

    Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

    Regional
    Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

    Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

    Regional
    Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

    Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

    Regional
    Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

    Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

    Regional
    Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

    Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

    Regional
    Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

    Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

    Regional
    Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

    Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X