Pengamanan Sidang Cebongan Harusnya Tak Libatkan Warga Sipil

Kompas.com - 24/06/2013, 09:04 WIB
KOMPAS/A BUDI KURNIAWAN Dua kendaraan rantis Brimob Polda DIY disiagakan di sisi selatan Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Kamis (20/6/2013) pagi.
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan, pengamanan jalannya sidang kasus penyerangan Lapas Klas IIB Cebongan, Sleman, tidak seharusnya melibatkan masyarakat sipil, Senin (24/6/2013).

"Seharusnya, pengamanan hanya dilakukan oleh Polri dan TNI dan tidak melibatkan masyarakat," ujar Siti Noor Laila, Ketua Komnas Ham, Senin.

Komnas HAM juga meminta agar majelis hakim mengelar sidang di tempat kejadian perkara. Laila berpendapat hal itu penting dilakukan karena selama ini Oditur Militer tidak menggelar rekonstruksi kejadian.

"Hal ini penting sebab dengan digelarnya sidang di tempat akan didapati kebenaran materiil atas peristiwa tersebut," tandas Laila.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, sidang di tempat biasanya dilakukan pada agenda setelah pemeriksaan saksi dan terdakwa.

Sementara itu, hari ini, Senin (24/6/2013), sidang 12 terdakwa anggota Kopassus Kandang Menjangan Kartosura kembali digelar di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta dengan agenda pembacaan eksepsi. Sidang rencananya akan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

    Terkini Lainnya

    KPK Kembali Buka Lowongan Sekjen hingga 26 April 2019, Berminat?

    KPK Kembali Buka Lowongan Sekjen hingga 26 April 2019, Berminat?

    Nasional
    [POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

    [POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

    Megapolitan
    Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

    Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

    Internasional
    Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

    Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

    Nasional
    Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

    Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

    Megapolitan
    'Kalau 'Nyebut' Curang, Manipulasi, Beban Pembuktian kepada yang Ngomong'

    "Kalau 'Nyebut' Curang, Manipulasi, Beban Pembuktian kepada yang Ngomong"

    Nasional
    Ini Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Diprediksi Hujan Nanti Siang hingga Malam

    Ini Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Diprediksi Hujan Nanti Siang hingga Malam

    Megapolitan
    Terkait Teror, Parlemen Sri Lanka: Ada Kesengajaan Sembunyikan Laporan Intelijen

    Terkait Teror, Parlemen Sri Lanka: Ada Kesengajaan Sembunyikan Laporan Intelijen

    Internasional
    Kesaksian Polisi Tangkap Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi hingga ke Kaki Gunung Guntur

    Kesaksian Polisi Tangkap Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi hingga ke Kaki Gunung Guntur

    Megapolitan
    KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang

    KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang

    Nasional
    4 Pelaku Pembacokan Anggota FBR Ditangkap, Satu Ditembak

    4 Pelaku Pembacokan Anggota FBR Ditangkap, Satu Ditembak

    Megapolitan
    [BERITA POPULER] TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Buktikan Kecurangan Kubu 02 | Sandiaga Tak Hadiri Syukuran Prabowo-Sandi

    [BERITA POPULER] TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Buktikan Kecurangan Kubu 02 | Sandiaga Tak Hadiri Syukuran Prabowo-Sandi

    Nasional
    [POPULER INTERNASIONAL] Kanada Bikin Geram Duterte| India Peringatkan Sri Lanka

    [POPULER INTERNASIONAL] Kanada Bikin Geram Duterte| India Peringatkan Sri Lanka

    Internasional
    Mengintip 'War Room' TKN Jokowi-Ma'ruf, 250 Personel Bekerja 24 Jam

    Mengintip "War Room" TKN Jokowi-Ma'ruf, 250 Personel Bekerja 24 Jam

    Nasional
    Komisioner: Dalam Sehari Situs KPU Bisa Diserang Ratusan Peretas

    Komisioner: Dalam Sehari Situs KPU Bisa Diserang Ratusan Peretas

    Nasional

    Close Ads X