Kompas.com - 16/06/2013, 21:10 WIB
Warga Syiah asal Sampang Madura, naik sepeda menuju Jakarta. Mereka yang terdiri dari lima orang itu, Jum'at (7/6/2013), tiba di alun-alun Kendal. KOMPAS.com/ SLAMET PRIYATINWarga Syiah asal Sampang Madura, naik sepeda menuju Jakarta. Mereka yang terdiri dari lima orang itu, Jum'at (7/6/2013), tiba di alun-alun Kendal.
Penulis Sandro Gatra
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Syiah di Sampang, Madura, menagih janji Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang akan menyelesaikan masalah intoleransi di Indonesia. Mereka mendesak pemerintah segera dikembalikan ke kampung halaman di Desa Bluurandi, Kecamatan Karang Penang, Sampang.

Untuk menagih janji Presiden itu, 10 warga Syiah bersepeda dari tempat pengungsian di gelanggang olahraga di Sampang hingga depan Istana Presiden, Jakarta. Mereka menggenjot sepeda tua mulai 1 Juni hingga Minggu (16/6/2013) siang.

Aktivis Kontras Yati Andriyani mengatakan, pascapidato SBY saat menerima penghargaan World Statesman Award dari organisasi Appeal of Conscience Foundation (ACF), belum ada tindakan konkret dalam penyelesaian sejumlah kasus intoleransi, salah satunya terhadap warga Syiah di Sampang.

"Itu artinya SBY hanya mementingkan pencitraan. Tapi dia lupa apa yang harus dilakukan untuk kita," kata Yati saat mendampingi 10 warga Syiah.

Yati mengaku miris ketika melihat kondisi warga Syiah di pengungsian. Anak-anak dibiarkan tidak mendapat pendidikan. Kaum ibu pun tidak diberi kegiatan. "Mereka tidak tahu harus berbuat apa di tempat yang sangat tidak layak," kata Yati.

Ahmad Rosid (24), salah satu warga Sampang yang ikut bersepeda mengatakan, pihaknya ingin kembali ke kampung sebelum bulan Ramadhan. Jika tidak diizinkan pemerintah, ia dan keluarganya akan tetap pulang lantaran ingin berpuasa serta berlebaran di rumah sendiri.

Harapan sama disampaikan Bujadin (40). Ia menolak tawaran relokasi lantaran sudah puluhan tahun tinggal di kampung halamannya. Bujadin mengaku bingung menjawab setiap ditanya lima anaknya dan istrinya kapan bisa kembali ke rumah.

"Anak istri saya terus minta pulang. Mau pulang bagaimana. Makanya saya ke sini mau ketemu bapak Presiden. Saya mau minta bisa pulang. Saya warga Indonesia juga," kata Bujadin dengan mata berkaca-kaca.

Fatkhulkhoir dari Kontras Surabaya mengatakan, sejak diungsikan Agustus 2012 , tidak ada tindaklanjut dari pemerintah daerah untuk mengembalikan mereka. Pemkab Sampang, kata dia, juga tidak peduli terhadap para korban di pengungsian.

Sejak Mei 2013 , bantuan dari Pemkab Sampang dihentikan. Setelah itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan Rp 750.000 setiap keluar per bulan. "Bupatinya itu nengok saja enggak pernah. Padahal kantornya dekat sekali sama GOR," kata Fatkhulkhoir.

Rencananya, para warga Sampang yang datang ke Jakarta ingin bertemu Presiden. Mereka mengaku akan tetap berada di Jakarta sampai bisa bertemu Presiden dan diizinkan kembali ke rumah.

Seperti diberitakan, ketika menerima penghargaan di New York, Amerika Serikat pada akhir Mei 2013 , Presiden mengatakan, pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menyelesaikan permasalah konflik komunal di Indonesia. Menurut Presiden, pemerintah tidak akan menoleransi tindakan kekerasan oleh kelompok yang mengatasnamakan agama.

"Kami juga tidak akan membiarkan penodaan tempat ibadah agama apapun untuk alasan apapun. Kami juga akan melindungi minoritas dan memastikan tidak ada yang mengalami diskriminasi. Kami juga akan memastikan siapa pun yang melanggar hak yang dimiliki kelompok lain akan menghadapi proses hukum," kata Presiden.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

    Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

    Regional
    DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

    DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

    Regional
    Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

    Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

    Regional
    BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

    BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

    Regional
    Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

    Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

    Regional
    Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

    Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

    Regional
    Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

    Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

    Regional
    Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

    Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

    Regional
    Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

    Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

    Regional
    Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

    Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

    Regional
    Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

    Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

    Regional
    Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

    Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

    Regional
    Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

    Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

    Regional
    Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

    Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

    Regional
    Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

    Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.