Salin Artikel

Kades di Konawe Selatan Diduga Perkosa Warganya, Awalnya Korban Konsultasi soal Sanksi Adat

Korban langsung melaporkan kasus yang menimpanya itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Konsel pada Senin (11/09/2023 ) pukul 21. 30 Wita.

Kapolres Konawe Selatan AKBP Wisnu Wibowo, melalui Kasat Reskrim, AKP Hefranto Tandirerung membenarkan laporan ibu muda itu. Dia mengatakan oknum kepala desa itu telah ditetapkan sebagai tersangka. 

Saat ini tersangka telah ditahan untuk 20 hari ke depan di rutan Polres Konawe Selatan.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi dan barang bukti serta gelar perkara pelecehan seksual terhadap FWN, pihak penyidik satuan Reskrim Polres Konsel menetapkan saudara ST sebagai tersangka dan telah dilakukan penahanan," kata Hendrianto dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/9/2023)

Dia mengatakan penahanan terhadap ST untuk mempermudah proses penyidikan perkara oleh tim penyidik.

Atas perbuatannya, oknum kades dijerat dengan tindak pidana pelecehan seksual secara fisik sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 6 huruf (b), (c) Undang - Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Berawal dari sanksi adat

Kasus pemerkosaan ini berawal korban menemui kepala desanya untuk meminta saran dan arahan terkait sanksi adat yang belum bisa dipenuhi.

Henfranto mengatakan bahwa sebelumnya korban dengan suaminya pisah ranjang, namun masih berstatus suami istri. Selain itu belum ada putusan dari pengadilan agama setempat.

Namun ternyata korban malah selingkuh dengan pria lain. Sehingga keluarga suami korban keberatan dan memberikan sanksi adat kepada FWN.

Untuk menyelesaikan denda adat atau peohala, FWN dan suaminya dipertemukan dengan kades guna membicarakan apa saja yang perlu disediakan dan dipenuhi oleh FWN.

“Korban ini harus menyediakan 2 ekor sapi, uang Rp 5 juta, serta parang dan kain,” terangnya.

Namun, lanjut Henfranto, FWN tidak sanggup memenuhi denda adat yang telah ditentukan. Kemudian pada Senin (11/9/2023) malam, korban memberanikan diri menemui kades di rumahnya di Kecamatan Laeya untuk meminta bantuan terkait denda itu.

Selanjutnya pelaku mengajak korban keliling desa dengan menggunakan sepeda motor. Kemudian keduanya singgah makan di salah satu rumah makan di Konawe Selatan.

Selanjutnya pelaku membonceng korban menuju kawasan perkebunan di Kecamatan Laeya. Saat itu, korban mulai curiga, namun pelaku beralasan ada sesuatu yang harus dilakukan di sana agar semua urusannya berjalan lancar. Korban pun hanya bisa menurut.

Setibanya di sebuah rumah pondok, pelaku mulai melancarkan aksi tindak asusila. Dan korban dijanji akan bertanggungjawab jika menuruti kemauannya.

"Kades mengantar korban hingga di rumahnya. Korban lalu menceritakan perbuatan pelaku ke keluarganya, dan mereka tidak terima lalu mengajak korban melapor pelaku ke polres Konsel," tutupnya. 

https://regional.kompas.com/read/2023/09/13/210415778/kades-di-konawe-selatan-diduga-perkosa-warganya-awalnya-korban-konsultasi

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke