Salin Artikel

Danau yang Muncul Usai Badai Seroja Kini Mengering, Warga Jadikan Lahan untuk Tanam Sayur

Warga yang bermukim di sekitar danau, akhirnya menggunakan lahan di area sawah untuk menanam sayur-sayuran.

Imelda, warga setempat, mengaku danau itu telah mengering sejak dua pekan lalu.

"Karena sudah mengering, kami sudah mengolah menjadi lahan dengan menanam sayuran untuk kami dijual,"kata Imelda kepada Kompas.com, Rabu (19/5/2021) sore.

Digunakan lagi untuk menanam sayur

Menurut Imelda, danau itu mengering, karena tujuh mata air yang muncul pasca-badai Seroja terlebih dahulu mengering.

"Mata air induknya masih ada, tapi tujuh mata air baru yang muncul setelah Seroja itu sudah kering," ujar dia.

Hal yang sama juga disampaikan warga lainnya Mikhael Lakapu.

Mikhael menyebut, sebelum danau itu muncul, lahan sekitar memang sudah digunakan warga untuk menanam sayur dan juga ubi serta pisang.

"Akibat muncul danau baru, warga sekitar terpaksa beralih profesi untuk menyambung hidup, karena semua sayur dan tanaman mati," ujar dia.

Mikhael mengaku, danau yang muncul di wilayah mereka, merupakan kejadian pertama sepanjang hidupnya selama puluhan tahun.

"Dulunya meski hujan berminggu-minggu pun tidak ada danau. Tapi kemarin setelah Badai Seroja yang berlangsung dua hari, tempat ini akhirnya menjadi danau," ujar dia.


Penjelasan ahli

Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Provinsi NTT Herry Kota menyebut, danau itu mulai kering karena tidak ada suplai air.

"Seperti halnya sungai permukaan yang tidak lagi banjir karena tidak mendapat suplai air maka sungai bawah tanah di daerah karst pun demikian," ungkap Herry saat dihubungi, Jumat.

Menurut Herry, apabila tidak lagi mendapat suplai air, maka debit mata air akan menurun.

Herry menuturkan, pada 4 April 2021 terjadi banjir pada sungai bawah tanah di daerah karst akibat suplai air yang berlebihan.

Sumber mata air pun muncul di sejumlah titik. Lalu, terdapat genangan pada bentukan eksokrast menjadi danau.

"Berkurangnya debit air Danau Sikumana telah terlihat sejak tanggal 7 April 2021 saat kami berkunjung ke danau tersebut," ujar Herry.

Saat itu, lanjut dia, terlihat ada penurunan volume air danau sekitar 10 sentimeter (tanda pada tiang) di dalam danau.

Herry menjelaskan, Danau Sikumana nyaris kering karena tiga hal, yakni debit tujuh mata air di daerah ini menurun karena tidak ada lagi suplai air seperti hujan, sejak 4 April 2021.

Kemudian, kata dia, terjadi penguapan secara alami akibat penyinaran matahari

"Dan yang terakhir, masuknya air melalui celah-celah batuan di dasar danau,"ujar dia.

Sebelumnya, sebuah danau muncul di wilayah RT 014, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pasca-badai seroja melanda wilayah itu pekan lalu.

https://regional.kompas.com/read/2021/05/19/185631078/danau-yang-muncul-usai-badai-seroja-kini-mengering-warga-jadikan-lahan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke