NEWS
Salin Artikel

Diduga Depresi Tak Bekerja 2 Bulan karena Corona, TKI Malaysia Bunuh Istri dengan Kapak

Pelaku yang diduga depresi setelah dua bulan tidak bekerja karena pandemi corona.

Pembunuhan dilakukan pada Rabu (27/5/2020) sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu sang istri sedang tertidur di ruang keluarga rumah orangtua Heri.

Heri kemudian mendekat istrinya dan mengayunkan kapak yang ia pegang ke arah leher istrinya.

"Pelaku diduga merupakan suami korban, namanya Heri Irawan," kata Kapolsek Simpang Empat AKP Henman Limbong, Rabu (27/5/2020) dilansir daru Tribun Medan.

Menurut beberapa keterangan saksi, setelah membunuh sang istri, Heri keluar rumah dan berusaha bunuh diri dengan berkali-kali mengayunkan kapak yang ia pegang ke arah tangannya.

"Pelaku sempat dirawat dan sudah diamankan di salah satu rumah sakit di Kisaran, karena dari keterangan saksi, yaitu adiknya sendiri dimana pelaku coba melukai dirinya dengan memotong tangannya sendiri," ungkapnya.

Ia kemudian dievakuasi ke rumah sakit dan tim medis berencana mengamputasi pergelangan tangan kiti Heri yang luka parah terkena kapak.

Di hari lebaran, Heri sempat mencekik leher istrunya setelah Shalat Id. Namun usahanya sempat digagalkan oleh kelurga.

Tak lama setelah mencekik istrinya, Heri juga berusah melompat ke dalam sumur yang berada di belakang rumah.

Saat ditanya keluarga, Heri mengaku mendapatkan bisikan gaib,

Yogi sepupu Heri bercerita jika pria 29 tahun tersebut terlihat berbeda sejak tiga minggu terakhir. Heri lebih banak menyendiri dan melamun.

"Pas ditanya, katanya pikirannya lagi kosong, kayak ada yang nyuruh," sebut Yogi.

Selama ini Heri dikenal sebagai sosok pribadi yang baik. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Heri rela meninggalkan keluarganya untuk bekerja sebagai buruh bangunan di Malaysia.

"Orangnya selama ini baik," kata Yogi, Rabu (27/5/2020).

Namun sejak Malaysia menerapkan lockdown karena pandemi Covid-19, Heri terpaksa pulang ke kampung halamannya.

"Suaminya ini baru dua bulan pulang dari Malaysia akibat Covid-19, di sana pun lagi lockdown," ungkapnya.

Praktis, Heri lebih sering di rumah tanpa memiliki pekerjaan tetap. Diduga hal tersebut membuat Heri depresi hingga ia nekat membunuh istrinya.

"Kerja bangunannya bukan baru-baru ini. Dia (pelaku) memang sering bolak balik ke Malaysia, nanti beberapa bulan pulang, habis itu balik lagi ke sana kerja," ucapnya.

Heri dan istrinya sudah empat tahun berumah tangga. Mereka saat ini memiliki seorang anak laki-laki yang berusia 3 tahun.

"Sudah 4 tahun korban sama pelaku berumah tangga. Anaknya satu," sebutnya.

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Suami Pembunuh Istri Pakai Kapak di Kisaran Sudah Dua Bulan Tak Bekerja di Malaysia

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul BREAKING NEWS: SADIS, Heri Kapak Leher Istri hingga Tewas, Diduga Depresi Setelah Tak Bekerja,

https://regional.kompas.com/read/2020/05/30/12550091/diduga-depresi-tak-bekerja-2-bulan-karena-corona-tki-malaysia-bunuh-istri

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.