NEWS
Salin Artikel

Diperiksa Polisi, Teddy Suami Lina Jubaedah: Tidak Ada yang Ditutup-tutupi, Kita Kooperatif

KOMPAS.com - Jumat (10/1/2020) sekitar pukul 11.30 WIB, suami mendiang Lina Jubaedah, Teddy Pardiyana datang ke Mapolretabes Bandung.

Maksud dan tujuannya datang ke Mapolrestabes Bandung untuk memenuhi panggilan pihak kepolisian perihal dugaan kejanggalan kematian istrinya.

"Ini diminta keterangan dari kepolisian membantu semua proses agar cepat beres," katanya di Mapolrestabes Bandung, Jumat.

Teddy mengaku sudah tiga hari ini dirinya dimintai keterangan berturut-turut oleh polisi.

"Ini sudah tiga hari berturut dimintai keterangan," ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, pada Kamis (9/1/2020) malam kemarin, ia juga dimintai keterangan terkait persoalan serupa.

"Semalam juga diperiksa, kita gak ada di tutup-tutupi, kita kooperatif sama polisi," katanya.

Ditambahkan Teddy, saat diperiksa oleh penyidik, ia dicecar beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan kematian istrinya.

"Pertanyaannya lebih dari 26 pertanyaan. Semua berhubungan dengan bunda Lina," katanya.

Diketahui, mantan istri Sule meninggal pada Sabtu (4/1/2020) lalu dan dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Jalan Sekelimus Bandung.

Pada saat pemakaman Lina, Sule beserta anaknya Rizky Febian, dan Putri Delina, mengantarkan jenazah sampai tempat pemakamannya.

Namun, beberapa hari setelah ibudanya dimakamkan, pada Senin 6 Januari 2020, Rizky Febian melapor ke polisi terkait adanya kejanggalan pada kematian ibunya.

Kemudian, polisi pun mendatangi kediaman Teddy, suami Lina yang berada di Jalan Neptunus, Bandung.

Dari kediaman Teddy, polisi membawa rekaman Closed Circuit Television (CCTV) sebagai tindak lanjut dari laporan Rizky.

Lalu, pada Kamis (10/1/2020), sekitar pukul 10.00 WIB, tim forensik membongkar makam Lina guna untuk kepentingan otopsi.

Setelah dilakukan pemeriksaan organ dalam dan luar, tim juga mengambil sampel dalam jenazah Lina untuk kemudian di analisis di Puslabfor.

Pemeriksaan toksikologi ini merupakan bagian dari otopsi, sejumlah sampel akan dianalisis ke Puslabfor.

Butuh waktu dua pekan untuk menyimpulkan akhir hasil dari proses otopsi ini.

(Penulis: Kontributor Bandung, Agie Permadi |Editor: Aprillia Ika)

https://regional.kompas.com/read/2020/01/10/19245971/diperiksa-polisi-teddy-suami-lina-jubaedah-tidak-ada-yang-ditutup-tutupi

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.