NEWS
Salin Artikel

Bayi yang Derita Hydrocephalus Akan Jalan Rekonstruksi Wajah secara Bertahap di RSUD dr Soetomo

SURABAYA, KOMPAS.com — Muhammad Pandu Firmansyah, bayi laki-laki yang didiagnosis mengidap penyakit facial cleft tessier hydrocephalus myelomeningocele atau yang biasa dikenal dengan hydrocephalus, akan menjalani bedah rekonstruksi wajah di RSUD dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur.

Bagian Humas RSUD dr Soetomo, dr Pesta Parulian Edward, mengatakan, bayi Pandu sebelumnya sudah menjalani operasi pemasangan selang.

Menurut dia, operasi pemasangan selang berguna untuk mengalirkan cairan di kepala bayi tersebut.

Dengan pemasangan selang itu, ia berharap benjolan di kepala bayi Pandu bisa mengempis secara perlahan.

"Jadi, pasien ini kami rencanakan untuk menjalani tahapan-tahapan lanjut. Selain hydrocephalus, anak ini mengalami sumbing wajah," kata Pesta, saat dihubungi, Senin (9/12/2019) malam.

Rekonstruksi wajah bayi Pandu akan dilakukan secara bertahap sampai Pandu berusia 17 tahun. Pada usia itu, Pandu akan menjalani rekonstruksi wajah secara permanen.

Saat ini, kata Pesta, pihak rumah sakit akan melakukan tahap kedua, yakni pendekatan jaringan lunaknya sebagai langkah awal.

Ia menyebutkan, bayi Pandu memiliki rongga hingga empat sentimeter pada bagian atas bibir yang dekat dengan area hidungnya.

Hal itu membuat tim dokter yang menangani Pandu perlu mempersempit jaringan yang terbuka dengan menutup celah menggunakan taping.

"Jadi, kulit, ototnya, itu didekatkan dengan perekat yang namanya taping, semacam plester. Tetapi, itu plester kulit yang cukup kuat untuk mendekatkan celah wajahnya," ujar Pesta.

Sejak Senin, penggunaan taping sudah dilakukan kepada bayi Pandu dan akan dilakukan evaluasi satu bulan ke depan. Untuk penutupan celah tahap petama di langit-langit mulut, kemudian tahap kedua penutupan celah di daerah wajah, dan tahap ketiga mendekatkan rahang atas, hingga berlanjut ke tahap-tahap berikutnya.

"Kalau misalkan nanti diperlukan rekonstruksi wajah secara permanen, nanti pada usia dia dewasa atau saat usianya 17 tahun. Itu programnya," tutur Pesta.

Pesta menyebutkan, rekonstruksi wajah secara permanen harus dilakukan pada usia dewasa karena saat ini bayi Pandu masih dalam masa pertumbuhan dan tulang wajah akan terus berkembang sampai usia 17 tahun.

"Karena di usia 17 tahun, di situlah pertumbuhan paling akhir, tulangnya tidak akan berkembang lagi. Nanti kalau direkonstruksi sekarang, nanti bongkar lagi, setiap tahun kan dia tumbuh," tutur Pesta.

https://regional.kompas.com/read/2019/12/10/05523491/bayi-yang-derita-hydrocephalus-akan-jalan-rekonstruksi-wajah-secara-bertahap

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.