NEWS
Salin Artikel

Ekskavasi Struktur Bata Kuno di Mojokerto, Diduga Dinding Penahan dari Permukiman Elite Majapahit

Situs kumitir terletak di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Situs itu ditemukan warga pembuat bata merah pada 19 Juni 2019.

Awalnya, struktur bata kuno yang ditemukan warga memiliki panjang 21 meter dengan arah orientasi utara-selatan. Struktur tersebut memiliki tinggi 70 sentimeter yang tersusun dari 12 lapis bata. 

Sejak empat hari lalu, situs yang diyakini sebagai bangunan kuno era Majapahit itu diekskavasi oleh Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia.

Hasil sementara dari proses ekskavasi, tampak bangunan kokoh yang terbentuk dari struktur bata kuno. Bangunan tersebut berada posisi orientasi utara-selatan. 

Ketua Tim Ekskavasi Wicaksono Dwi Nugroho mengungkapkan, pihaknya melakukan penggalian tanah di kedalaman 1,5 hingga 2 meter.

Dari tanah di lokasi situs yang sudah dibuka, nampak bangunan berstruktur bata kuno dengan panjang 35 meter. Bangunan itu memiliki lebar 120-140 sentimeter. 

Adapun ketinggian bangunan yang sudah nampak, antara 80-120 sentimeter. Dari bangunan yang sudah nampak, terdapat 2 pilar dengan jarak 5,5 meter. 

Wicaksono mengatakan, bangunan kuno tersebut kemungkinan besar merupakan talud atau dinding penahan tanah pada era kerajaan Majapahit. Panjang talud, diperkirakan lebih dari 100 meter.

"Kemungkinan besar dinding talud. Dinding talud ini membatasi halaman luar dengan halaman dalam. Halaman dalam ada di sisi barat, posisinya lebih tinggi dari halaman timur," jelas ujar Wicaksono kepada Kompas.com, Jumat (25/10/2019).

Arkeolog yang bertugas di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur ini menjelaskan, jika benar bangunan yang ditemukan kali ini merupakan dinding penahan tanah, maka kemungkinan besar kawasan ini dulunya merupakan kawasan permukiman elit.

Kemungkinan lainnya, kata Wicaksono, di kawasan situs kumitir yang kini sedang diekskavasi tersebut, terdapat candi atau tempat pemujaan.

"Bagian dalam bisa diduga merupakan kompleks candi atau pemukiman elit. Tapi kepastiannya kita tunggu sampai selesainya ekskavasi," ujar dia.

Berdasarkan dimensi ukuran bata, situs di Desa Kumitir merupakan bangunan era majapahit.

Hal itu didasarkan pada ukuran bata yang memiliki panjang 35 sentimeter, lebar 22,5 sentimeter dan ketebalannya 7 sentimeter.

Wicaksono menambahkan, ekskavasi situs kumitir oleh Direktorat PCBM Dirjen Kebudayaan RI, akan berlangsung hingga 30 Oktober.

"Target kami, pada tahap ini bisa menampakkan 100 meter," kata dia.

https://regional.kompas.com/read/2019/10/26/09291561/ekskavasi-struktur-bata-kuno-di-mojokerto-diduga-dinding-penahan-dari

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.