Salin Artikel

Pelecehan Turis Asing di Yogyakarta Berdampak, Pesanan Hotel Dibatalkan

"Dua kali kejadian itu memang berdampak," ujar Ketua Paguyuban Pengusaha Pariwisata Prawirotaman, Yogyakarta, Rina Indarti, Rabu (17/6/2019).

Rina menyampaikan, kejadian tidak terpuji tersebut berdampak pada turis asing yang akan datang. Ada beberapa turis asing yang membatalkan untuk menginap di hotel di daerah Prawirotaman.

Menurut Rina, mereka membatalkan menginap di kawasan Prawirotaman karena takut menjadi korban pelecehan.

"Pengusaha di Prawirotaman kan bekerja sama dengan travel di luar negeri. Nah, memberi informasi jika beberapa (wisatawan asing) batal datang karena takut kejadian itu," kata Rina.

Peristiwa pelecehan yang terjadi di Gang Batik Prawirotaman, Yogyakarta, sempat terekam kamera pengawas (CCTV). Video rekaman itu lantas diunggah di media sosial dan menjadi viral.

"Itu kan viral, nah mereka melihat video di media sosial. Saya juga prihatin, ada oknum yang menyebarkan karena dampaknya sangat negatif bagi Prawirotaman," ujar Rina.

Sementara itu, Djoko, salah satu warga Prawirotaman, mengakui kejadian pelecehan dengan korban turis asing yang terjadi dua kali sangat berdampak negatif.

"Dari kejadian pertama dan kedua, warga jelas resah. Itu kan memalukan dan mencemarkan Prawirotaman sekaligus Yogya," kata Djoko.

Pelaku pelecehan ditangkap pada Senin (15/7/2019). Pelaku diketahui berinisial SP, warga Seyegan, Sleman, dan berprofesi sebagi guru honorer. SP ditangkap karena dua kali memegang dada turis asing yang sedang berlibur di Yogyakarta.

"Saya selaku warga senang dan lega pelaku sudah tertangkap. Semoga ke depan tidak ada lagi kejadian seperti itu," kata Djoko.

https://regional.kompas.com/read/2019/07/18/11001551/pelecehan-turis-asing-di-yogyakarta-berdampak-pesanan-hotel-dibatalkan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke