NEWS
Salin Artikel

Kang Krisna, "YouTuber" Desa yang Bisa Kuliahkan Anak di Unpad

Pribadinya yang ramah, santun, santai dan nyambung diajak bicara apa saja membuat sosok 46 tahun ini dikenal luas di Kota Tahu tersebut.

Kini, setelah tujuh tahun konsen di YouTube dengan nama channel Krisna Euy, pemilik nama lengkap Krisna Supriatna ini sukses meraih penghargaan Silver Play Button dari Youtube.

Penghargaan itu diraih karena subscriber channel YouTube Krisna Euy telah menembus 100.000, tepatnya 136.612. Penghargaan ini menjadi yang pertama untuk YouTuber asal Sumedang.

Kang Kris mengaku tidak menyangka meraih penghargaan itu. Sebab, sejak aktif menjadi YouTuber dia mengaku "gaptek".

Dia tidak tahu jika dari video yang disimpannya di YouTube itu dapat menghasilkan rupiah hingga mampu menguliahkan anaknya di Universitas Padjadjaran (Unpad) di Jatinangor, Sumedang

"Pertama bikin akun youtube itu tahun 2011, itu yang buat juga bukan saya, karena terus terang saya gaptek. Teman yang bikin. Bahkan, sejak dibikin tahun 2011 itu, Akang ini baru tahu bisa menghasilkan uang dari YouTube itu sekitar tahun 2014-an," ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (30/1/2019).

Pada 2011 itu, kata Kang Kris, tujuan upload video ke YouTube agar kecintaannya akan seni, budaya Sunda dapat terarsipkan dan dapat dilihat kapan saja, di mana saja, oleh siapa saja.

"Ya motivasi awalnya hanya itu, hasil karya ingin tersimpan dan diketahui banyak orang, ingin memublikasikan keunikan-keunikan yang ada di Kabupaten Sumedang," ucapnya.

Kang Kris mengaku, setelah mengetahui bisa menghasilkan uang dari YouTube, dia makin termotivasi untuk mengarsipkan video di YouTube.

"Dengan peralatan seadanya yakni hanya bermodal handphone jadul merek Samsung S4, hampir tiap saat menyempatkan diri keliling ke kampung-kampung, ke desa-desa di Sumedang. Mencari hal-hal unik untuk divideokan. Dan Alhamdulillah, ternyata karya video akang di-channel Krisna Euy itu mendapat sambutan yang luar biasa," ucapnya.

Pendapatan jutaan rupiah per bulan

Sambutan hangat dari para subscriber ini lah, kata suami dari Kokom Sulastri ini, yang kian memacu dirinya untuk terus dapat berkarya melalui YouTube.

"Banyak warga, komunitas yang senang setelah videonya di-upload ke youtube dan dilihat ratusan ribu orang, banyak juga yang terbantu karena keseniannya makin dikenal, ada juga warga yang terbantu karena setelah menonton channel Krisna Euy perekonomiannya terangkat. Ini semua menjadi kepuasan tersendiri bagi saya," akunya.

Berkat ketekunannya ini pula, warga Sumedang menyebut ayah dua orang anak dari Novi Febriani (21) Semester 6 Jurnalistik Fikom Unpad, dan M Iqbal Febriansyah (13) masih SMP, sebagai YouTuber Desa.

"Saat ini rata-rata pendapatan dari YouTube tidak kurang dari Rp 9 juta. Alhamdulillah dari hasil video Youtube ini pula, Akang bisa menghidupi keluarga hingga mampu menguliahkan anak di Unpad," katanya mengucap syukur.

Namun, lanjut Kang Kris, hasil yang dirasakannya saat ini tidak dicapai dengan mudah. Terlebih, setelah mengetahui bahwa dengan menjadi seorang Youtubers mampu menghasilkan uang yang tidak sedikit.

"Ya banyak kendalanya, pertama karena memang awalnya Akang ini gaptek, kemudian dari sisi peralatan yang digunakan untuk membuat video juga hanya peralatan seadanya. Channel akang juga pernah beberapa kali di-banned pihak YouTube karena kurang paham dengan aturan yang diberlakukan pihak YouTube. Tapi seiring waktu terus belajar hingga akhirnya bisa meraih Silver Play Button ini," tuturnya.

Cara unik tingkatkan subscriber

Bahkan, kata Kang Kris, untuk meningkatkan subscriber channel Krisna Euy yang mengusung tagline "Kemasan Lokal Menggetarkan Dunia" ini, dirinya sempat menempuh perjalanan dari Sumedang ke Jakarta dengan berjalan kaki.

"Di tiap daerah yang dilewati, Akang bikin video-video unik di daerah tersebut. Perjalanan dari Sumedang ke Jakarta dengan berjalan kaki itu ditempuh 8 hari 7 malam," tuturnya.

Di tiap daerah yang dilintasi, kata Kang Kris, dia tidur di masjid, emperan toko, hingga pos ronda.

"Pernah di Cikarang, waktu itu capek pisan, tidur pulas di emperan toko. Pas bangun, saat itu, dua hanphone yang saya bawa hilang. Itu suka dukanya hingga sekarang bisa mencapai ratusan ribu subscriber," katanya.

Kang Kris menambahkan, selain plakat Silver Play Button, dirinya juga menerima surat yang berisi motivasi dari pihak YouTube untuk tidak berhenti berkarya. 

https://regional.kompas.com/read/2019/02/01/06000061/kang-krisna-youtuber-desa-yang-bisa-kuliahkan-anak-di-unpad

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.