NEWS
Salin Artikel

Puluhan Perlintasan Kereta Api Sebidang di Cirebon Tanpa Penjaga

CIREBON, KOMPAS.com - Pemerintah Daerah Kota Cirebon diimbau menempatkan tenaga penjaga pintu kereta api di seluruh perlintasan sebidang untuk mengakhiri sejumlah kasus kecelakaan lalulintas yang cenderung meningkat di perlintasan sebidang.

Saat ini, dari 192 perlintasan sebidang, 90 di antaranya masih tanpa petugas pengaman.

"Kecelakaan di perlintasan sebidang di wilayah Daops III PT KAI, cenderung meningkat, terutama di empat perlintasan sebidang, yaitu di Tanjung Rosa - Pabuaran, Cangkring - Cirebon, Tanjung - Losari, dan Jatibarang - Kertasemaya," ungkap Humas Daops III PT KAI, Krisbiyantoro kepada wartawan, Selasa (18/12/2018).

Oleh karena itu, lanjut Krisbiyantoro, PT KAI Daops III mengimbau pemerintah daerah segera melengkapi ke 90 perlintasan sebidang dengan tiga sampai empat personel pengaman.

"Kewajiban ini sesuai perintah Undang Undang nomor 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian," ucap Krisbiyantoro.

Peraturan lain yang mengatur soal perlintasan sebidang ini adalah Undang Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Jalan, Peraturan Pemerintah nomor 72 tahun 2008 tentang Lalulintas dan Angkutan kereta api,

Peraturan Menteri Perhubungan nomor 36 tentang perpotongan dan persimpangan jalan kereta api dengan bangunan lain, serta peraturan Ditjen Hubungan Darat nomor SK/770/KA.401 tentang pedoman teknis perlintasan sebidang jalan dengan jalur kereta api.

Saat ini, lanjut Krisbiyantoro, ada 55 perlintasan sebidang yang dijaga petugas internal PT KAI, sementara 26 perlintasan lainnya dijaga petugas swasta dan Pemda.

Ia mengeluhkan sejumlah pengalaman pahit yang dihadapi personil PT KAI menyangkut kasus kecelakaan lalulintas di perlintasan sebidang.

"Awam, bahkan sebagian pejabat negara, tahunya PT KAI yang bertanggungjawab jika ada kasus kecelakaan lalulintas di perlintasan sebidang. Padahal sudah jelas siapa yang bertanggungjawab sesuai Undang Undang nomor 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian," tandasnya.

Tambahan kereta api

Pada bagian lain Krisbiyantoro menjelaskan mengenai tambahan empat kereta api selama masa angkutan Natal dan tahun baru di wilayah Daops III sejak 20 Desember 2018, sampai 6 Januari 2019.

Keempat kereta api tersebut adalah Argojati tambahan, Argojati fluktuatif, Cirebon Ekspres tambahan, dan Senja Cirebon. "Tambahan kereta api ini untuk jalur Jakarta - Cirebon dan sebaliknya," ujar Krisbiyantoro.

"Untuk kereta api regulernya ada 16 perjalanan dari delapan kereta yang kita operasikan. Jadi, total kereta tambahan dan reguler sebanyak 24 perjalanan," lanjutnya.

Ketersediaan tiket empat kereta tambahan ini masih 70 persen. "Tiket kereta reguler untuk tanggal 25 Desember 2018 sampai 1 Januari 2019 sudah habis," ungkap Krisbiyantoro.

Ia memerkirakan, selama Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, penumpang bakal bertambah lima persen. "Tahun lalu selama masa itu jumlah penumpang mencapai 109.485 penumpang, sedang tahun ini pihaknya diprediksi bakal 115.110 penumpang," jelas Krisbiyantoro. 

https://regional.kompas.com/read/2018/12/19/06020561/puluhan-perlintasan-kereta-api-sebidang-di-cirebon-tanpa-penjaga

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.