Salin Artikel

Kronologi Pemandu Wisata Pancing Komodo Berenang ke Laut

Kepala Balai Taman Nasional Komodo (TNK) Budhy Kurniawan mengaku sudah memanggil pemandu wisata dan meminta keterangannya.

"Guide itu sudah membuat surat pernyataan untuk tidak akan mengulangi lagi. Apabila mengulangi, maka akan di-blacklist oleh Balai TNK dan tidak boleh beroperasi lagi di TNK," tegas Budhy kepada Kompas.com, Selasa (10/4/2018) pagi.

Kejadian itu bermula ketika pemandu wisata yang diketahui bernama Abdul Gafur, membawa turis untuk melihat komodo liar dari dekat di Pantai Nusa Kode.

Pemandu wisata ini kemudian menghalau komodo yang mendekat dengan agresif. Menurut Budhy, aktivitas tersebut dilarang karena berbahaya dan dilakukan di zona inti (lokasi di Nusa Kode, Selatan Rinca) yang seharusnya tertutup untuk publik.

Saat memancing komodo tersebut, salah seorang penumpang kapal, sempat mengabadikan momen itu dalam bentuk video.

Video berdurasi 1 menit 14 detik itu, lanjut Budhy, kemudian viral melalui media sosial dan pesan whatsapp pada Kamis (5/4/2018) lalu. Setelah dilakukan investigasi, identitas pemandu wisata pun diketahui.

"Tour guide tersebut sudah dipanggil dan diinvestigasi Jumat malam oleh Gakum dan Balai TNK. Guide, kapal, dan tour operator diberi peringatan keras. Guide sudah membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi," ucapnya.

Larangan tersebut, sambung Budhy, berlaku juga untuk semua operator, kapal, dan guide. Tidak boleh melakukan aktivitas ke darat di zona inti, tanpa persetujuan dari Balai TNK.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Marius Ardu Jelamu, mengecam tindakan tour guide yang memancing komodo berenang ke laut dan mengikuti kapal yang ditumpangi para wisatawan asing.

Menurut Marius, aksi tour guide tersebut telah mengganggu kenyamanan satwa liar itu.

"Dalam video yang kita peroleh, salah satu kapal yang mengangkut sejumlah wisatawan asing di Taman Nasional Komodo, mereka sedang melakukan gerakan-gerakan provokasi terhadap komodo dan kita kecam keras aksi itu, karena memancing agresifitas komodo dan mengganggu kenyamanan komodo dan itu tidak boleh," tegas Marius.

Satwa komodo, lanjut Marius, harus dibiarkan berada di daratannya dan jangan diprovokasi untuk mengikuti kemauan tour guide.

https://regional.kompas.com/read/2018/04/10/09103181/kronologi-pemandu-wisata-pancing-komodo-berenang-ke-laut

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke