NEWS
Salin Artikel

Wayang Kulit Madura, Hidup Segan Mati Tak Mau (1)

Wayang-wayang itu jarang tersentuh karena tak ada pementasan. Hanya abu tebal menyelimuti tubuh kotak itu.

Ada beberapa buah wayang yang ditempatkan berbeda. Bahkan terbilang khusus dalam kotak-kotak kecil.

Wayang itu istimewa karena usianya sudah ratusan tahun. Tidak sembarangan menggunakan wayang itu. Bahkan diperlihatkan wujudnya saja, pemiliknya enggan.

Wayang istimewa itu hanya digunakan dalam pementasan istimewa pula. Wayang itu disebut pernah dikeluarkan pada saat pementasan di Keraton Yogyakarta.

"Wayang yang usianya ratusan tahun itu pernah saya tampilkan di hadapan Pangeran Hamengkubowono Yogyakarta. Luar biasa sambutan dulu di keraton," ungkap Kosala saat ditemui, Rabu (28/2/2018).

Untuk pementasan yang lain, Kosala hanya mengeluarkan wayang-wayang biasa, seperti saat latihan atau pementasan di Madura.

Pria yang juga penjaga Vihara Avalokitesvara ini menilai kondisi dunia wayang di Madura sudah memprihatinkan.

Selain karena jarang ada pementasan, generasi pewayang atau dalang yang bisa berbahasa Madura, sudah tidak ada penerusnya lagi. Kosala sendiri hanya gemar mengoleksi ratusan tokoh wayang. Selebihnya, orang lain yang memainkannya.

"Dalangnya sudah tua semua. Pemain musik gamelan pengiring wayang, juga sudah banyak yang tua," ujarnya.

Seingat Kosala, pementasan wayang Madura terakhir kali pada tahun 2010 silam di saat pagelaran budaya bertajuk Semalam di Madura. Saat itu, grup wayang satu-satunya di Madura itu banyak ditonton masyarakat Madura. Bahkan wisatawan mancanegara juga ikut menonton. Banyak orang heran karena ada pentas wayang berbahasa Madura.

"Ternyata di Madura ada wayang juga. Ini pertama saya melihatnya," tutur Kosala menirukan ucapan salah satu penonton waktu itu.

Semenjak itu, tak pernah ada lagi pementasan wayang di Madura.

Agar pewayangan tidak sirna, Kosala dan semua anggota kelompoknya, sekali-kali latihan di dalam komplek vihara.

Untuk memancing minat masyarakat Madura mencintai wayang berbahasa Madura, Kosala pernah menelurkan ide besar pada tahun 2009.

Dia membuat pementasan wayang semalam suntuk yang dihadiri dalang dan sinden dari sepuluh negara, antara lain berasal dari Jepang, Belanda, Argentina, Skotlandia, Hongaria, Inggris, Afrika, Indonesia, China dan Slovakia. Pementasan ini tercatat dalam rekor MURI.Yang menonton, juga banyak turis manca negara.

Namun pasca-kegiatan itu, geliat pewayangan tidak juga membaik. Kosala menilai, kondisi tersebut terjadi karena tidak ada dorongan dari semua pihak untuk mengenalkan wayang kepada generasi muda di lembaga pendidikan.

Tidak seperti di daerah lain di Jawa. Anak-anak usia sekolah dasar sudah dikenalkan dengan kebudayaan, termasuk kesenian wayang.

"Di Pamekasan, tidak pernah ada pengenalan sejarah dan budaya wayang. Padahal usia wayang di Pamekasan sudah ratusan tahun," ungkap Kosala.

Beratnya jadi dalang

Ki Sudirman, salah satu dalang berbahasa Madura, menuturkan, warisan leluhur wayang Madura sudah ditinggalkan generasi muda. Pengaruh perkembangan teknologi menjadi salah satu penyebabnya.

Kondisi ini berbeda dengan yang terjadi pada tahun 80-an. Pementasan wayang bisa lima malam berturut-turut. Bahkan Ki Sudirman sampai bermalam di lokasi pementasan.

"Sekarang sudah tak ada lagi pementasan. Generasi saat ini lebih senang main game di gadget daripada nonton pentas wayang kulit," kilahnya.

Akibatnya, Ki Sudirman mulai berpaling dari dunia wayang untuk menghidupi keluarganya dan biaya pendidikan anaknya. Hidup menjadi dalang di era sekarang cukup berat.

"Cukup saya yang mengalami beratnya jadi dalang di Madura. Orang lain tidak akan kuat," ungkap pria yang kini bekerja di salah satu bank daerah.

BERSAMBUNG: Wayang Kulit Madura, Hidup Segan Mati Tak Mau (2)

https://regional.kompas.com/read/2018/03/02/12384481/wayang-kulit-madura-hidup-segan-mati-tak-mau-1

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Regional
Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Regional
Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Regional
Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Regional
Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat

Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat

Regional
LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa

LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa

Regional
Songsong Kemajuan Desa, BUMDes Wadas Studi Banding ke 4 Desa Sekaligus

Songsong Kemajuan Desa, BUMDes Wadas Studi Banding ke 4 Desa Sekaligus

Regional
BERITA FOTO: Banjir Terjang Aceh Utara, 11.000 Warga Mengungsi

BERITA FOTO: Banjir Terjang Aceh Utara, 11.000 Warga Mengungsi

Regional
Plt Walkot Semarang Optimistis Capai Target Nol Kasus Stunting pada 2023

Plt Walkot Semarang Optimistis Capai Target Nol Kasus Stunting pada 2023

Regional
Pelayanan Publik Jateng Diapresiasi Ombudsman RI, Ganjar: Saya Senang

Pelayanan Publik Jateng Diapresiasi Ombudsman RI, Ganjar: Saya Senang

Regional
Kisah Haru Nenek Berusia 90 Tahun Alami Kelumpuhan, Selamat Berkat Kartu Jateng Sejahtera

Kisah Haru Nenek Berusia 90 Tahun Alami Kelumpuhan, Selamat Berkat Kartu Jateng Sejahtera

Regional
Tahun 2023, Pemkot Balikpapan Fokus pada Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Tahun 2023, Pemkot Balikpapan Fokus pada Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Regional
Per September 2022, Angka Kemiskinan di Jateng Turun 0,27 Persen

Per September 2022, Angka Kemiskinan di Jateng Turun 0,27 Persen

Regional
Mewaspadai Generasi Shortcut dan Nirmoral

Mewaspadai Generasi Shortcut dan Nirmoral

Regional
Kali Semarang Akan Direstorasi Guna Perbaiki Penataan Kawasan Pecinan

Kali Semarang Akan Direstorasi Guna Perbaiki Penataan Kawasan Pecinan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.