Salin Artikel

Sekjen PDI-P Jabar: Koalisi dengan Golkar Buat Peluang Menang Lebih Besar

"Kita melihat jika PDI Perjuangan membangun kerja sama politik dengan Partai Golkar, nampaknya jalan menuju kemenangan lebih besar," ungkapnya ditemui di sela acara di Universitas Buana Perjuangan (UBP),  Kamis (21/12/2017).

Menurutnya, Pilkada Jabar bukanlah perkara personal, melainkan perkara institusi partai. Bahkan, secara resmi pihaknya sudah dua kali bertemu dengan Partai Golkar untuk membangun komunikasi politik menjelang pilkada.

Pihaknya juga tidak menutup kemungkinan bergabung dengan partai lain untuk membentuk koalisi, seperti Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Mengenai rekomendasi PDI-P untuk Pilkada Jabar, diperkirakan turun awal Januari. Kemungkinan besar, komposisi calonnya Dedi Mulyadi. "Nanti yang akan mengumumkan DPP Partai," tuturnya.

Ia mengatakan, calon yang akan diusung partai berlambang banteng moncong putih itu harus mengikuti 3 skenario yang dibangun sejak awal, yakni penjaringan, konsultasi publik berupa curahan gagasan, dan pemetaan politik.

"Jadi calonnya itu di antara nama-nama yang ada pada saat curah gagasan," ungkapnya.

Jika rekomendasi sudah turun,  nantinya yang akan bergerak adalah mesin partai, mulai dari tingkat provinsi hingga RT dan RW.

Ditanya mengenai jumlah kursi PDI Perjuangan di Jabar yang lebih banyak dari Partai Golkar, ia menjawab singkat.

"Prinsipnya ingin membangun Jabar yang lebih baik. Jadi ego seperti itu tidak menjadi hambatan. PDI Perjuangan dan Partai Golkar membangun Jabar yang lebih baik," katanya.

Ia tidak menampik mengenai kontrak politik jika calon yang diusung menjadi pemenang. "Dalam konteks ideologi sama-sama menjaga Pancasila, membangun Jawa Barat lebih baik, dan tidak korupsi," tutupnya.

https://regional.kompas.com/read/2017/12/21/19334661/sekjen-pdi-p-jabar-koalisi-dengan-golkar-buat-peluang-menang-lebih-besar

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke