NEWS
Salin Artikel

Diperiksa KPK, Sekda Kota Malang Ditanya Mekanisme Penganggaran

Pemeriksaan dilakukan di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Polres Malang Kota, Senin (14/8/2017). Wasto memasuki Ruang Rapat Utama Polres Malang Kota yang dijadikan ruang pemeriksaan sekitar pukul 10.00 WIB. Ia baru kelar diperiksa sekitar pukul 18.30 WIB. 

Wasto diperiksa sebagai saksi saat dirinya masih menjabat Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang.

"Saya ditanya soal mekanisme penganggaran tahun 2015 maupun 2018," kata Wasto setelah selesai pemeriksaan.

Dikatakannya, mekanisme yang ditanyakan penyidik adalah mekanisme penganggaran secara keseluruhan. Mulai dari pengajuan anggaran dari masing-masing SKPD hingga proses pembahasan dan sampai pada pengesahan.

"Seluruhnya. Namanya mekanisme berarti mulai proses pengusulan sampai pengesahan," katanya.

Terkait penganggaran proyek Jembatan Kedung Kandang yang berujung pada kasus suap terhadap Ketua DPRD Kota Malang, Wasto mengaku, proyek itu sudah ada sejak dalam pembahasan.

"Sesuai dengan usulan dari DPU (Dinas Pekerjaan Umum) dan itu dilakukan multiyears," katanya.

Selain Wasto, sejumlah pejabat di Pemkot Malang juga turut diperiksa. Selain itu, pada kesempatan yang sama penyidik juga memeriksa Ketua Komisi B yang juga politisi PDI Perjuangan Abdul Hakim dan Ketua Komisi C Bambang Sumarto yang juga politisi Golkar.

Seorang wartawan media lokal di Malang, Lazuardi Firdaus juga turut dalam pemeriksaan.

Ketua Komisi B Abdul Hakim mengaku ditanya terkait kasus suap. Pihaknya juga ditanya tentang Komisaris PT ENK, Hendarwan Maruszaman yang menjadi tersangka pemberi suap. Namun Hakim mengaku tidak kenal dengan orang tersebut.

"Kami tidak kenal. Ini siapa," katanya.

Sebelumnya, KPK sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus suap pembahasan APBD tahun 2015 di Kota Malang. Tersangka pertama adalah Ketua DPRD Kota Malang Moch Arief Wicaksono sebagai penerima suap.

Arief menerima suap sebesar Rp 700 juta dari Jarot Edy Sulistyono yang waktu itu menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Kota Malang.

Suap sebanyak itu disebut terkait pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015. Jarot sudah ditetapkan tersangka sebagai pemberi suap. Selain itu, Arief juga disangka menerima suap dari Komisaris PT ENK, Hendarwan Maruszaman sebesar Rp 250 juta.

Suap itu diduga terkait penganggaran kembali proyek pembangunan Jembatan Kendung Kandang dalam APBD Kota Malang Tahun Anggaran 2016 pada 2015.

Nilai proyek pembangunan jembatan tersebut yakni Rp 98 miliar, yang dikerjakan secara multiyears tahun 2016 sampai 2018. Hendarwan juga sudah ditetapkan tersangka sebagai pemberi suap.

https://regional.kompas.com/read/2017/08/15/01581951/diperiksa-kpk-sekda-kota-malang-ditanya-mekanisme-penganggaran

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.