Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kuras Sumur Sedalam 9 Meter, Remaja di Lombok Timur Meninggal Diduga Kekurangan Oksigen

Kompas.com - 03/07/2023, 20:11 WIB
Idham Khalid,
Krisiandi

Tim Redaksi

LOMBOK TIMUR, KOMPAS.com - Sabrillah (19), warga Desa Tembeng putik Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur menjadi korban meninggal dunia setelah menguras sumur sedalam 9 meter bersama rekannya, Senin (3/7/2023).

Kasi Humas Polres Lombok Timur Iptu Nikolas Osman mengungkap kronologi kejadian bermula saat korban bersama rekannya menguras sumur milik seorang warga berinisial R di desa tersebut. 

Ia menguras sumur bersama rekannya yakni Sahmal (50), Wiwit (22), dan Taufik Hidayatullah (17).

Mereka menguras air sumur dengan menggunakan mesin penyedot.

"Setelah selesai menyedot air, korban beristirahat, tak lama kemudian korban (Sabrililah) meminta untuk turun ke dalam sumur dengan tujuan untuk menguras di dalam sumur," kata Nikolas melalui keterangan tertulis, Senin.

Baca juga: Kronologi Bocah Asal Bandung Tewas Tertabrak Perahu di Pangandaran

Korban sempat dilarang oleh rekannya untuk tidak turun karena mengingat masih banyak asap mesin penyedot air. Namun larangan tersebut tidak diindahkan oleh korban.

"Sahmal sempat melarangnya karena dilihat masih banyak asap, kemudian korban (Sabrililah) turun dan ke dalam sumur dan sesampainya di dalam sumur korban sempat dipanggil oleh Sahmal, dan sempat nyaut akan naik kembali ke atas," kata Nikolas.

Saat hendak naik ke atas menggunakan tali yang ditarik rekannya, tangan korban Sabrillah tidak kuat memegang tali dan kembali jatuh ke dalam sumur.


Melihat Sabrillah yang saat itu jatuh, Wiwit langsung memutuskan turun ke sumur dengnan menggunakan tali. Namun, Wiwit merasa tubuhnya lemas setelah turun beberapa meter.

"Wiwit minta turun dengan tujuan untuk membantu korban (Sabrililah) dengan diikat pinggangnya menggunakan tali dan pada saat saksi (Wiwit) turun beberapa meter di dalam sumur tiba-tiba Wiwit lemas sehingga ditarik kembali oleh saksi-saksi lain," kata Nikolas.

Wiwit yang mengalami lemas kemudian dibawa saksi Abdul Razak efendi ke Puskesmas untuk perawatan. 

Sementara rekan-rekan yang lain meminta pertolongan kepada warga untuk menolong korban Sabrililah yang masih di dalam sumur.

Baca juga: Kronologi Pemotor di Kendari Tewas Ditabrak Mobil Boks, Terlempar 30 Meter, Istri dan 2 Anak Selamat

Tak lama petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polsek Wanasaba, dan Pemdes tiba dan mengangkat Sabrililah.

Saat tiba di atas, Sabrililah sudah meninggal dunia.

"Korban di bawa ke Puskesmas sudah tidak bernapas dan terdapat luka lecet di pelipis kiri 1/2 cm seanosin, luka lecet di lutut kiri dan betis," kata Nikolas.

Dari kesimpulan polisi, bahwa korban meninggal karena kekurangan oksigen saat berada di dalam sumur sedalam 9 meter.

"Korban meninggal dunia karena kehabisan oksigen di dalam sumur," kata Nikolas. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Remaja di Kupang Tikam Seorang Pria karena Dianiaya Saat Melintas di Acara Pesta Ulang Tahun

Remaja di Kupang Tikam Seorang Pria karena Dianiaya Saat Melintas di Acara Pesta Ulang Tahun

Regional
Berendam di Pemandian Air Panas, Warga Ambarawa Meninggal Usai Membasahi Kaki

Berendam di Pemandian Air Panas, Warga Ambarawa Meninggal Usai Membasahi Kaki

Regional
Ikut Penjaringan Pilkada di Empat Partai, Sekda Semarang: Kehendak Semesta

Ikut Penjaringan Pilkada di Empat Partai, Sekda Semarang: Kehendak Semesta

Regional
Perayaan Waisak, Ada Pelarungan Pelita di Sekitar Candi Borobudur

Perayaan Waisak, Ada Pelarungan Pelita di Sekitar Candi Borobudur

Regional
Goa Garunggang di Bogor: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Goa Garunggang di Bogor: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
Longsor di Maluku Tengah, Satu Rumah Warga Ambruk

Longsor di Maluku Tengah, Satu Rumah Warga Ambruk

Regional
Kunjungi Bocah Korban Kekerasan Seksual, Walkot Pematangsiantar Beri Motivasi hingga Santunan

Kunjungi Bocah Korban Kekerasan Seksual, Walkot Pematangsiantar Beri Motivasi hingga Santunan

Regional
Pemkot Semarang Raih Opini WTP 8 Kali Berturut-turut, Mbak Ita: Cambuk agar Lebih Baik

Pemkot Semarang Raih Opini WTP 8 Kali Berturut-turut, Mbak Ita: Cambuk agar Lebih Baik

Regional
Organisasi Guru di Demak Tolak Larangan Study Tour, Ini Kata Mereka

Organisasi Guru di Demak Tolak Larangan Study Tour, Ini Kata Mereka

Regional
Teknisi di Lampung Gondol Rp 1,3 Miliar, Curi dan Jual Data Internet

Teknisi di Lampung Gondol Rp 1,3 Miliar, Curi dan Jual Data Internet

Regional
Warga Cepu Temukan Fosil Gading Gajah Purba, Diduga Berusia 200.000 Tahun

Warga Cepu Temukan Fosil Gading Gajah Purba, Diduga Berusia 200.000 Tahun

Regional
Video Viral Seorang Pria di Kupang Dipukul Pakai Kayu di Tangan hingga Pingsan, Kasus Berujung ke Polisi

Video Viral Seorang Pria di Kupang Dipukul Pakai Kayu di Tangan hingga Pingsan, Kasus Berujung ke Polisi

Regional
Pembunuh Kekasih Sesama Jenis di Banten Dituntut 16 Tahun Penjara

Pembunuh Kekasih Sesama Jenis di Banten Dituntut 16 Tahun Penjara

Regional
Saat Angka Kasus Stunting di Kendal Naik 4,9 Persen...

Saat Angka Kasus Stunting di Kendal Naik 4,9 Persen...

Regional
MK Tolak Permohonan PHPU, KPU Banyumas Segera Tetapkan Caleg Terpilih

MK Tolak Permohonan PHPU, KPU Banyumas Segera Tetapkan Caleg Terpilih

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com