Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Remaja di Kupang Tikam Seorang Pria karena Dianiaya Saat Melintas di Acara Pesta Ulang Tahun

Kompas.com - 21/05/2024, 22:23 WIB
Sigiranus Marutho Bere,
Aloysius Gonsaga AE

Tim Redaksi

KOMPAS.com - FMF, remaja berusia 17 tahun asal Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus berurusan dengan aparat kepolisian setempat. Pasalnya, ia menikam Vikram Solu menggunakan sebilah pisau.

FMF menikam Vikram karena dianiaya saat melintas di depan lokasi acara pesta ulang tahun di rumah Samuel Solu (36), yang terletak di Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa.

"Kasus ini terjadi pagi tadi dan sedang ditangani Polsek (Kepolisian Sektor) Maulafa," kata Kepala Kepolisian Resor Kupang Kota, Komisaris Besar Polisi Aldinan Manurung, Selasa (21/5/2024).

Baca juga: Dugaan Perselingkuhan di Balik Penikaman Sekdes di Polman, Pelaku Pergoki Korban Berduaan dengan Istrinya

Aldinan menuturkan, awalnya FMF bersama temannya JMF melintas di tempat acara ulang tahun anak Samuel Solu.

Saat itu, JMF dipanggil Vikram. Keduanya lalu berhenti. Saat itu, tanpa banyak bicara Vikram memukul FMF di bagian mulut.

Setelah itu, FMF pulang ke rumahnya dan menyampaikan kepada saudaranya berinisial NS. Mereka mendatangi rumah Samuel untuk menanyakan alasan dipukul.

Namun, FMF dan NS malah dikeroyok oleh Samuel dan teman-temannya.

Karena tersudut, FMF mengeluarkan sebilah pisau dan mengejar Vikram serta menikamnya sebanyak dua kali di bagian punggung.

"Saat itu, Samuel hendak menolong Vikram, tapi justru terkena tikaman FMF. Usai menikam Vikram, FMF melarikan diri," kata Aldinan.

Baca juga: Pelaku Penikaman 3 Pemuda Saat Nonton Gerak Jalan Indah di Buton Menyerahkan Diri, Motif gara-gara Game Online

Samuel melaporkan kejadian itu ke Markas Polsek Maulafa dengan laporan nomor: LP/B/66/V/2024/SPKT/Polsek Maulafa/Polresta Kupang Kota/Polda NTT.

Samuel juga membawa Vikram ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.

Usai menerima laporan, polisi bergerak mengamankan FMF. Namun, karena FMF juga mengalami luka di bagian wajah, badan dan kaki, maka dievakuasi ke rumah sakit.

"Kasusnya saat ini masih didalami. Saya sudah perintahkan Kapolsek Maulafa untuk segera tangani dengan baik dan turun ke masyarakat untuk menenangkan warga, agar tidak tersulut emosi karena saat ini sudah ditangani oleh Polsek Maulafa," tutupnya. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Usai Bunuh Ayah Kandung, Ngadimin Lukai Diri Sendiri dan Sempat Berobat ke Puskesmas

Usai Bunuh Ayah Kandung, Ngadimin Lukai Diri Sendiri dan Sempat Berobat ke Puskesmas

Regional
Asa Petani Karanganyar Menghadapi Kemarau Panjang

Asa Petani Karanganyar Menghadapi Kemarau Panjang

Regional
Perjalanan Kasus Oknum Satpol PP Bunuh IRT di Bone gegara Utang, Pelaku Divonis Penjara Seumur Hidup

Perjalanan Kasus Oknum Satpol PP Bunuh IRT di Bone gegara Utang, Pelaku Divonis Penjara Seumur Hidup

Regional
Terungkap, Temuan 9,5 Kg Sabu dan 9.000 Butir Pil Ekstasi di Bengkalis

Terungkap, Temuan 9,5 Kg Sabu dan 9.000 Butir Pil Ekstasi di Bengkalis

Regional
Tokoh Pendiri Provinsi Belitung Meninggal di Mekkah

Tokoh Pendiri Provinsi Belitung Meninggal di Mekkah

Regional
Pemprov Kepri: Calon Kepala Daerah Petahana Wajib Cuti 60 Hari

Pemprov Kepri: Calon Kepala Daerah Petahana Wajib Cuti 60 Hari

Regional
Polisi Bangka Barat Gagalkan Penyelundupan 4 Ton Timah Ilegal

Polisi Bangka Barat Gagalkan Penyelundupan 4 Ton Timah Ilegal

Regional
Sampah Menumpuk di Jalan, Bupati Pemalang Sebut Ada Pegawai DLH yang Lakukan Sabotase

Sampah Menumpuk di Jalan, Bupati Pemalang Sebut Ada Pegawai DLH yang Lakukan Sabotase

Regional
Terdesak Biaya Sekolah Anak, Pria 34 Tahun Maling di Rumah Tetangga

Terdesak Biaya Sekolah Anak, Pria 34 Tahun Maling di Rumah Tetangga

Regional
Melihat Pernikahan Adat Jawa di Candi Borobudur, Pengantin Dikirab Bregada Sebelum Ijab Kabul

Melihat Pernikahan Adat Jawa di Candi Borobudur, Pengantin Dikirab Bregada Sebelum Ijab Kabul

Regional
Gulo Puan, Kuliner Langka Kegemaran Bangsawan Palembang

Gulo Puan, Kuliner Langka Kegemaran Bangsawan Palembang

Regional
Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Basis Satu Data Penting untuk Sukseskan Program Pemerintah

Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Basis Satu Data Penting untuk Sukseskan Program Pemerintah

Regional
Kuras Sumur, Pria di Cilacap Tewas

Kuras Sumur, Pria di Cilacap Tewas

Regional
International Tour de Banyuwangi Kembali Digelar, Diikuti 20 Tim dari 9 Negara

International Tour de Banyuwangi Kembali Digelar, Diikuti 20 Tim dari 9 Negara

Regional
Tunggu Putusan Pengadilan, Pemkot Jambi Siapkan Anggaran untuk SDN 212

Tunggu Putusan Pengadilan, Pemkot Jambi Siapkan Anggaran untuk SDN 212

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com