Komedian Gareng Rakasiwi Meninggal Dunia di Yogyakarta - Kompas.com

Komedian Gareng Rakasiwi Meninggal Dunia di Yogyakarta

Kompas.com - 09/02/2018, 17:27 WIB
Pelayat berdoa di depan jenazah komedian Gareng Rakasiwi, Jumat (9/2/2018).KOMPAS.com/Markus Yuwono Pelayat berdoa di depan jenazah komedian Gareng Rakasiwi, Jumat (9/2/2018).

YOGYAKARTA, KOMPAS.comKomedian asal Yogyakarta, Gareng Rakasiwi, meninggal dunia pada Jumat (9/2/2018) sekitar pukul 03.30 WIB.

Kepergian komedian multitalenta ini meninggalkan duka yang mendalam bagi kalangan seniman dan masyarakat di "kota gudeg".

Gareng yang memiliki nama asli Dwiyanto meninggal pada usia 52 tahun di Rumah Sakit (RS) Adelia, Ngotho, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, sekitar 100 meter dari rumahnya.

Dia sempat mengeluhkan sakit di dada saat tiba di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, seusai pulang mengerjakan proyek di Jakarta pada pukul 01.00 WIB.

Setelah mendapatkan perawatan beberapa saat di Rumah Sakit Adelia, Gareng meninggal.

"Dulu jurusannya teknik elektro. Sempat membuka bengkel elektro, tapi menjadi komedian," kata pendeta yang memimpin kebaktian penghiburan Purwantoro, Jumat.

(Baca juga: Melihat Pesantren Sunda di Cirebon, Santri Dilarang Bawa Ponsel dan Masjid Tak Pakai Pengeras Suara)

Seniman Djaduk Ferianto mengatakan, Gareng adalah sosok komedian multitalenta yang tidak banyak dimiliki Indonesia. Meninggalnya Gareng membuat dunia komedian Indonesia, khususnya Yogyakarta, kehilangan sosok seorang seniman hebat.

"Di Yogyakarta, setelah Mas Marwoto (Komedian Marwoto Kawer), Gareng-lah, tetapi dia sudah mendahului seniornya. Di jakarta juga sudah memiliki banyak penggemar," katanya.

Dia mendengar kabar meninggalnya Gareng mendadak. Pada 2 dan 3 Februari lalu, Djaduk mengatakan masih mengerjakan sebuah proyek bersama Gareng.

"Setiap tahun kami ada proyek, seperti Indonesia Kita. Almarhum kemarin saat acara ulang tahun Bu Mega (Megawati) juga masih ikut," kata Djaduk.

Salah satu yang membekas, lanjut dia, adalah sosok Gareng yang rajin mencatat bahan komedian, baik dari pelawak senior maupun yunior lalu dikembangkannya.

"Di samping kemedian dia aktor hebat. Tidak semua komedian bisa memainkan sebagai aktor. Sebab, dia bisa memainkan beberapa karakter yang luar biasa. Dia bisa menirukan Asmuni, dia bisa menirukan AA Gym, Gus Dur, bisa menirukan siapa pun," ucapnya.

Tak hanya menjadi komedian dan aktor, almarhum juga memiliki kemampuan menjadi master ceremony bahasa Jawa dan menyanyi dengan bagus.

"Mudah-mudahan trio GAM (Guyonan Ala Mataram tempat Gareng bergabung bersama Marsudi dan Wisben) menemukan gantinya, tetapi pasti tidak akan sama kualitasnya. Tetapi, akan muncul lagilah Gareng yang baru dengan suasana yang baru, energi yang baru," pungkasnya.

Gareng lahir di Sleman, 20 April 1967. Malang melintang di dunia komedi, tak hanya di lokal Yogyakarta, juga kancah nasional. Gareng juga mengikuti pelawak tunggal dalam ajang Stand Up Comedy di Kompas TV. Tak hanya menjadi komedian dan pembawa acara, dia juga menjadi penyiar radio.


Komentar

Close Ads X