Senyuman Lepas Anak Yatim Piatu di Kupang untuk Polisi - Kompas.com

Senyuman Lepas Anak Yatim Piatu di Kupang untuk Polisi

Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
Kompas.com - 13/01/2018, 12:51 WIB
Anak-anak Panti Asuhan Bhakti Luhur milik Susteran Alma di Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat berpose bersama anggota Polda NTT.KOMPAS.com/Sigiranus Marutho Bere Anak-anak Panti Asuhan Bhakti Luhur milik Susteran Alma di Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat berpose bersama anggota Polda NTT.


KUPANG, KOMPAS.com - Udara siang itu terasa dingin lantaran cuaca sedang mendung. Tiga mobil polisi masuk ke dalam kompleks Panti Asuhan Bhakti Luhur milik Susteran Alma di Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Belasan anak berusia balita hingga remaja berlarian menuju mobil polisi. Beberapa anak di antaranya merupakan penyandang difabel. Mereka adalah penghuni panti asuhan itu.

Tak ada rasa takut ketika mereka berpapasan dengan petugas berseragam coklat itu. Raut wajah mereka semringah seolah-olah tidak ada beban hidup, saat menyambut anggota Kepolisian Daerah NTT yang bertandang ke panti asuhan tempat mereka tinggal.

Pada Jumat (12/1/2018), anggota polisi yang dipimpin oleh Kabag PAL Biro Logistik Polda NTT AKBP TS Paulina serta AKP Kanisius Meno dan Ipda Viktor Nenotek datang untuk memberikan bantuan berupa tiga karung beras kemasan 40 kilogram, lima dus mi instan, dan tiga papan telur.

Satu per satu tangan anggota polisi itu dicium, termasuk juga tangan tiga orang wartawan yang ikut meliput kegiatan itu pun tak luput dicium oleh anak-anak yatim piatu.

Satu di antara anak yatim, Jaimiko S Pinto (12), terlihat begitu bersemangat ketika tim logistik dari Polda NTT mulai mengeluarkan barang-barang bantuan itu.

Mengenakan celana pendek berwarna putih, dipadu dengan baju klub sepak bola asal Italia tanpa menggunakan alas kaki, Jaimi—begitu ia biasa dipanggil—terlihat bergerak lincah membantu menurunkan barang bantuan dari polisi.

Jaimi bersama dua rekannya yang lain, Delvina Da Crus (12) dan Melina Do Santos (12), mengangkat dus yang berisi mi instan dan telur dari mobil logistik milik Polda NTT.

Mereka selalu tersenyum lepas memandang ke arah anggota polisi yang berada di dekat mereka. Bahkan beberapa anak terus mendekati dua anggota polisi bagian Humas Polda, Bripka Bagus dan Bripda Sirda, yang memegang kamera untuk mengabadikan kegiatan itu.

"Terima kasih, Pak Polisi, hari ini sudah datang lihat (kunjungi) kami," kata Jaimi.

Anak anak yatim piatu ini terlihat begitu ceria ketika acara penyerahan bantuan itu dilakukan di dalam aula oleh polisi kepada pengasuh panti. Mereka duduk berbaris rapi dan terus mengumbar senyum seolah-olah tak ada beban dalam hidup mereka.

Senyuman yang mereka berikan untuk polisi itu sebagai simbol ucapan terima kasih karena telah mendapat perhatian dari polisi.

Baca juga: Video: Kisah Panti Asuhan Muhammadiyah Tanah Abang

Pengasuh Panti Asuhan Bhakti Luhur, Oliva Afoan, mengaku senang dengan bantuan dari Polda NTT itu.

"Kami mewakili pendiri panti asuhan mengucapkan terima kasih kepada Polda NTT. Semoga bantuan dari bapak dan ibu bisa bermanfaat untuk kami semua," ucapnya.

Menurut Oliva, jumlah anak-anak yang menghuni panti itu ada 16 orang, dengan rincian seorang bayi dan 15 orang anak dengan usia mulai dari dua tahun hingga 12 tahun.

Dari belasan anak itu, lanjut Oliva, tiga orang bersekolah di SMP dan dua orang di SD. Sementara sisanya karena penyandang difabel (cacat) sehingga diberikan pelatihan di panti oleh empat orang suster dan tiga perawat.

"Di sini kami mengalami kekurangan berupa pakaian dan sandal. Untuk makanan banyak bantuan dari berbagai pihak," ujarnya.

Meski begitu, ia yakin semua kekurangan itu bisa teratasi dengan kepedulian dari banyak pihak, termasuk polisi.

Baca juga: Djarot Ingin Ada Dana CSR untuk Ajak Anak Panti Asuhan Main ke Dufan

Direktur Intelkam Polda NTT Komisaris Besar Polisi Joudy Mailoor mengatakan, bantuan ini merupakan kegiatan bakti sosial dalam rangkaian kegiatan Natal bersama Polda NTT.

Selain untuk Panti Asuhan Bhakti Luhur, lanjut Joudy, bantuan yang sama juga diberikan untuk Panti Asuhan Syalom di Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa.

Pihaknya, kata Joudy, juga telah melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pembersihan sarana rumah ibadah, yakni empat gereja besar yang ada di Kota Kupang, yakni dua gereja Kristen Protestan dan dua gereja Kristen Katolik.

"Dana untuk anjangsana ini pun berasal dari sumbangan sukarela anggota Polda NTT untuk membantu sesama yang membutuhkan," ucapnya.

Kegiatan ini tak hanya melibatkan anggota Polda yang beragama Nasrani, tetapi juga anggota polisi lintas agama yang berdinas di Polda NTT sebagai wujud rasa kebersamaan dan toleransi beragama.

Kompas TV Anak Panti Asuhan Buat Mainan Miniatur dari Kaleng Bekas

PenulisKontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
EditorErwin Hutapea
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM