Jalan Berdebu, Warga Hadang Rombongan Ditjen Sumber Daya Air - Kompas.com

Jalan Berdebu, Warga Hadang Rombongan Ditjen Sumber Daya Air

Kontributor Kompas TV, Raja Umar
Kompas.com - 14/09/2017, 18:08 WIB
Sejumlah warga Desa Manggi Kecamatan Panton Reu, Kabupaten Aceh Barat menghadang rombongan Ditjen Sumber Daya Air dari Kementerian Pekerjaan Umum saat melakukan pemantauan kelokasi pembangunan proyek irigasi Lhok Guci, Kamis (14/9/2017).KOMPAS.com/RAJA UMAR Sejumlah warga Desa Manggi Kecamatan Panton Reu, Kabupaten Aceh Barat menghadang rombongan Ditjen Sumber Daya Air dari Kementerian Pekerjaan Umum saat melakukan pemantauan kelokasi pembangunan proyek irigasi Lhok Guci, Kamis (14/9/2017).

MEULABOH, KOMPAS.com - Sejumlah warga Desa Manggi, Kecamatan Panton Reu, Kabupaten Aceh Barat menghadang rombongan Ditjen Sumber Daya Air dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) saat memantau lokasi pembangunan proyek irigasi Lhok Guci.

Warga terpaksa menghadang rombongan, karena jalan sepanjang 3 kilometer yang dilintasi truk angkutan material proyek rusak dan berdebu. Namun kerusakan tersebut tidak ditangani serius.

“Selama ini sudah sering kami sampaikan keluhan kepada pihak perusahaan pelaksana proyek yaitu PT Nidia Karya (NK), tapi tidak ditanggapi. Kebetulan ada kunjungan dari kementerian jadi kami sampaikan langsung kepada mereka,” ujar Banta Lidan, Kepala Desa Manggi, Kamis (14/9/2017).

Kepada rombongan Ditjen Sumber Daya Air warga meminta agar PT Nidia Karya segera membersihkan jalan lintas pemukiman yang telah berdebu selama hampir dua tahun ini. Debu tersebut mengganggu karena masuk ke dalam rumah dan warung yang ada di pinggir jalan.

(Baca juga: Warga Kendal Berharap Jokowi Lewati Jalan Sekopek yang Rusak dan Berdebu)

“Setiap hari debu penuh masuk ke dalam rumah dan warung di sini pak karena jalan jarang disiram. Kemudian saat disiram jalan jadi becek, sebab tanah liat yang menempel diaspal," ucapnya.

Warga mengeluh, selain membuat rumah ataupun warung kotor, debu tersebut mengganggu kesehatan warga. Seperti yang dialami Rosnawati (35). Ia mengaku, selama truk proyek hilir mudik, anaknya yang berusia 1,5 tahun kerap sakit diduga akibat menghirup debu.

“Anak saya sering kali sakit sekarang. Batuk, demam, pokoknya selama ada proyek ini sebentar-sebentar sakit, karena debu parah sekali masuk ke dalam rumah saya,” tuturnya.

Sementara itu, Mislan, konsultan proyek pembangunan irigasi lhok Guci mengakui kondisi jalan berdebu. Jalan tersebut melintasi tiga desa di Kecamatan Panton Reu, yakni Desa Manggi, Lelek, dan Gampong Baro.

(Baca juga: Pedagang Pasar Punteut Berunjuk Rasa Memprotes Jalan Berdebu)

“Sebenarnya kami melakukan penyiraman untuk membersihkan jalan. Ya mungkin masih kurang, sehingga ke depan nanti akan kita tingkatkan penyiraman dan pembersihan badan jalan dari lumpur setiap hari,” tutupnya.

PenulisKontributor Kompas TV, Raja Umar
EditorReni Susanti
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM