Megawati Kirim Utusan untuk Perkuat Hubungan PDI-P dengan NU - Kompas.com

Megawati Kirim Utusan untuk Perkuat Hubungan PDI-P dengan NU

Indra Akuntono
Kompas.com - 09/09/2017, 22:57 WIB
Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah saat menerima surat bertuliskan huruf arab dari KH Marzuki Mustamar untuk disampaikan kepada Megawati Soekarnoputri di Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Kota Malang, Sabtu (9/9/2017)KOMPAS.com / Andi Hartik Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah saat menerima surat bertuliskan huruf arab dari KH Marzuki Mustamar untuk disampaikan kepada Megawati Soekarnoputri di Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Kota Malang, Sabtu (9/9/2017)


MALANG, KOMPAS.com - Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengatakan bahwa partainya ingin terus menguatkan hubungan dengan ulama Nahdlatul Ulama dan kaum nahdliyin. Menurut Basarah, menjaga hubungan baik dengan NU dianggap meneruskan tradisi para tokoh pendiri bangsa yang selalu bersinergi dengan tokoh agama.

Pada Sabtu (9/9/2017), Basarah menemui pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Gasek, Malang, KH Marzuki Mustamar. Para kiai NU yang hadir menyambut baik pertemuan yang dihadiri sejumlah kiai dan ulama dari Malang.

Sementara Basarah didampingi Sekjen Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Falah Amru, Ketua DPP Bamusi Nu'man Bashori dan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Sri Untari.

Dalam pertemuan tersebut, Basarah menyampaikan dirinya diutus khusus oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersilaturahim dan sowan ke para ulama dan kiai untuk menyampaikan beberapa hal strategis dan penting mengenai kebangsaan yang ketika merujuk sejarah perjuangan sebelum kemerdekaan ada kebersamaan yang begitu kuat antara golongan kebangsaan dan Islam

"Ibu Megawati meminta saya untuk sampaikan, bahwa pada saat HUT Kemerdekaan tahun 1966, Pidato Bung Karno yang sangat terkenal judulnya 'jas merah', jangan sekali-kali melupakan sejarah. Dan di kalangan nahdliyin sekarang ada tagline 'jas hijau;, jangan sekali-kali hilangkan jasa ulama," kata Basarah, melalui keterangan tertulis, Sabtu malam.

(baca: Para Kiai Usulkan Satu Nama Bakal Cagub Jatim Pada Megawati)

Basarah menjelaskan, kader PDI-P selalu diminta tidak melupakan sejarah perjuangan NU dan PNI selama masa perjuangan yang seperti adik dan kakak. Basarah merujuk lahirnya NU pada 1926, kemudian pada1927 Bung Karno mendirikan PNI, dan pada 1928 lahir Sumpah Pemuda, yang menjadi cikal bakal lahirnya Indonesia.

Ketua Fraksi PDI-P di MPR RI itu menyampaikan, Megawati mengajak masyarakat, khususnya warga nahdliyin untuk berpijak pada sejarah yang diwariskan Bung Karno, KH Hasyim As'ari, KH Wahid Hasyim, KH Wahab Chasbullah, KH Ahmad Dahlan, serta tokoh dan ulama lain yang bersama-sama berjuang demi bangsa.

"Kalau sudah ormas besar di Republik ini yaitu NU, dan PDI Perjuangan sebagai partai besar di republik ini bersinergi, tidak hanya bisa mengusir segala ancaman, tetapi akan bisa melakukan hal baik yang luar biasa," ujarnya.

Karena itu, Basarah mengatakan jika ada santri yang ingin masuk politik agar bergabung dengan PDI-P.

"NU dilahirkan untuk bangsa, kami mengajak, monggo warga NU yang mau menugaskan santrinya, menjaga dan mengawal PDI Perjuangan. Kami ada Bamusi, kami bermimpi banyak kader kami di DPRD adalah kader-kader NU," kata Basarah.

Kompas TV Melihat Keakraban Para Presiden RI di Istana Merdeka

PenulisIndra Akuntono
EditorIndra Akuntono
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM