Selasa Wage, Pedagang Stop Jualan untuk Bersih-bersih Malioboro - Kompas.com

Selasa Wage, Pedagang Stop Jualan untuk Bersih-bersih Malioboro

Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma
Kompas.com - 08/09/2017, 18:59 WIB
Malioboro, kawasan yang selalu menjadi magnet bagi mereka yang berkunjung ke Yogyakarta. Kondisi salah satu ikon Kota Yogyakarta itu sudah berubah. KOMPAS.com/Teuku Muh Guci S Malioboro, kawasan yang selalu menjadi magnet bagi mereka yang berkunjung ke Yogyakarta. Kondisi salah satu ikon Kota Yogyakarta itu sudah berubah.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai ikon Yogyakarta, Malioboro menjadi salah satu tempat tujuan wisatawan, baik dalam negeri maupun mancanegara.

Setiap hari, berbagai aktivitas mulai dari pedagang kaki lima memenuhi sisi Timur maupun Barat jalan Malioboro.

Demi menjaga ikon Yogyakarta ini, pada Selasa Wage mendatang akan dilakukan kegiatan "reresik" (bersih-bersih) Malioboro.

"Reresik Selasa Wage ini idenya dari Pak Wali Kota. Jadi memperingati Hari Ulang Tahun Ke-261 Kota Yogyakarta, acara dimulai tadi malam dan salah satunya rangkaian acaranya adalah reresik atau bersih-bersih di Malioboro," ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono, Jumat (8/9/2017).

Reresik Malioboro ini akan dilaksanakan pada tanggal 26 September 2017 mendatang atau tepat pasaran Jawa Selasa Wage. Pada hari itu, sepanjang Malioboro mulai dari ujung Utara hingga titik nol nantinya akan bersih dari aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKl).

"Reresik Malioboro akan digelar pada 26 September besok, atau tepat pada hari Selasa Wage. Jadi mulai Senin jam 00.00 Wib, sampai Selasa pukul 24.00 Wib Malioboro akan bebas dari aktivitas Pedagang Kaki lima," tegasnya.

(Baca juga: Apa Kabar Malioboro, Ikon Kota Yogyakarta?)

Kegiatan reresik Malioboro dalam rangka ulang tahun kota Yogyakarta ke -261 ini nantinya akan diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Malioboro akan dibersihkan bersama-sama oleh seluruh lapisan masyarakat. Ada dari komunitas, masyarakat, pedagang PKL, sampai dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)," ungkapnya.

Yunianto menyampaikan, kegiatan reresik ini bertujuan untuk menjaga Malioboro yang merupakan icon Yogyakarta ini agar tetap bersih. Selain itu, acara ini juga mengajak seluruh lapisan masyarakat bersama-sama merasa memiliki dan menjaga Malioboro sebagai ikon Yogyakarta.

"Setelah aktivitas penuh satu bulan, ibarat mesin ya kita istirahatkanlah. Ini sebagai maintenance atau perawatan yang biasanya dipakai berjualan, besok akan digosok, disemprot dan dibersihkan," tandasnya.

Meski pedagang kaki lima akan berhenti beraktivitas selama 24 jam pada Selasa Wage, namun aktivitas wisatawan masih tetap berjalan seperti biasa. Wisatawan justru akan dapat menikmati Malioboro dengan suasana berbeda dari biasanya dan lebih leluasa.

"Kalau ada aktivitas tentu yang tidak ada kaitannya dengan pedagang, misalnya di pedestrian Malioboro ada event budaya atau apa, yang bisa menarik wisatawan. Jadi wisatawan bisa menikmati sesuatu yang berbeda dari Malioboro ," ucapnya.

Sebelum kegiatan ini digelar, lanjut dia, pihaknya telah melakukan sosialisasi dan termasuk berkoordinasi dengan para pedagang kaki lima di kawasan Malioboro.

"Kami sudah melakukan sosialisasi dan berkoordinasi dengan PKL untuk kegiatan reresik Malioboro pada Selasa Wage besok," kata Yunianto.

Menurut dia, kegiatan Selasa Wage ini baru pertama kali digelar. Namun demikian, kegiatan reresik Malioboro ke depannya akan digelar secara reguler.

"Ini baru pertama kali dan rencananya reresik Malioboro akan dilaksanakan secara reguler. Jadi setiap pasaran Selasa Wage, kalau orang Jawa Selapan hari sekali atau 35 hari sekali, Malioboro akan off PKL selama 24 jam," pungkasnya.

 

Kompas TV Nah kali ini Benu yang akan mengajak Anda melihat seperti apa wajah baru Malioboro.

PenulisKontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma
EditorCaroline Damanik
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM