Kasus Penghinaan Megawati, Polda Jatim Selidiki Akun Facebook Dandhy - Kompas.com

Kasus Penghinaan Megawati, Polda Jatim Selidiki Akun Facebook Dandhy

Kompas.com - 07/09/2017, 05:54 WIB
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung MangeraKontributor Surabaya, Achmad Faizal Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera

SURABAYA, KOMPAS.com - Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), organisasi sayap PDI-P melaporkan pemilik akun Facebook bernama Dandhy Dwi Laksono ke Polda Jatim karena dinilai menghina Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri.

Atas laporan itu Polda Jatim langsung menyelidiki pemilik akun Facebook. "Penyelidikan perkara ini menindaklanjuti laporan masyarakat yang merasa terhina karena akun Facebook DDL menyamakan Megawati Soekarnoputri dengan Konselor Negara Myamar Aung San Suu Kyi," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi, Rabu malam (6/9/2017).

Menurut dia, laporan tersebut diterima pihaknya pada Rabu siang, dengan salah satunya menyertakan bukti akun Facebook Dandhy tertanggal 3 September.

Dalam unggahan itu,  Megawati disebut kembali berkuasa lewat kemenangan PDI-P atas terpilihnya Presiden Joko Widodo dan dinilai bertanggung jawab atas penangkapan warga di Papua yang berjumlah ribuan orang. Hal itu kemudian dikaitkan dengan Konselor Negara Myanmar Aung San Suu Kyi yang dinilai bertanggung jawab atas tragedi Rohingya.

Baca juga: Samakan Megawati dengan San Suu Kyi, Dandhy Dilaporkan ke Polisi

Barung menyebutkan, penyelidikan kasus ini karena adanya laporan dari masyarakat ke pihaknya.  Menurut dia, semua laporan masyarakat yang masuk ke Polda Jatim akan ditindaklanjuti. "Setiap hari kami menerima laporan dari masyarakat dan semuanya menjadi atensi kami untuk ditindaklanjuti," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Repdem melaporkan Dandhy ke polisi pada Rabu siang. Ketua DPD Repdem Jatim Abdi Edison menilai, secara keseluruhan, opini tersebut memanfaatkan momentum tragedi kemanusiaan di Myanmar untuk menghina dan menebar kebencian kepada Megawati dan Presiden Jokowi sebagai pimpinan negara.

"Dalam tulisan disebut bahwa sejak PDI-P memenangkan pemilu 2014, yang menjadikan Jokowi sebagai presiden, jumlah penangkapan warga di Papua tembus angka 1.083 orang," kata Abdi.

Kompas TV Pelapor Putra Bungsu Presiden Jokowi Ditahan Polisi

EditorErlangga Djumena
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM