Pemerintah Segera Bangun Bandara di Gunungkidul - Kompas.com

Pemerintah Segera Bangun Bandara di Gunungkidul

Kontributor Yogyakarta, Markus Yuwono
Kompas.com - 12/08/2017, 13:50 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Bangsal Sewoko Projo, Wonosari, Gunungkidul Sabtu (12/8/2017)KOMPAS.com/Markus Yuwono Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Bangsal Sewoko Projo, Wonosari, Gunungkidul Sabtu (12/8/2017)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa pemerintah akan segera membangun bandara perintis di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, sehingga bisa memudahkan akses wisatawan yang menjadi unggulan.

"Jadi sekarang bandara (lapangan terbang Gading, Kecamatan Playen) masih dikelola oleh Angkatan Udara, kita akan sowan (berkunjung) ke KSAU (kepala staf TNI Angkatan Udara)," kata Budi ditemui di Bangsal Sewoko Projo, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, Sabtu (12/8/2017).

Baca juga: 370 Ribu Wisatawan Kunjungi Gunungkidul Selama Libur Lebaran

Dia mengatakan, jika KSAU setuju, maka pemerintah segera membangun infrastruktur pendukung.

"Apabila KSAU setuju pembangunan akan dilakukan mulai 2018 paling lambat 2019 selesai," imbuh dia.

Budi menilai, pembangunan bandara perintis ini nantinya akan digunakan untuk mendukung pariwisata. Dengan panjang landasan minimal 1.600 meter, maka bisa digunakan untuk pesawat ATR dan jet pribadi.

"Ini menjadi strategis karena Gunungkidul merencanakan pariwisata industri unggulan, konektivitas udara ini sangat penting, jadi jet pribadi bisa datang ke sini, dan (pesawat) ATR dari berbagai daerah," ucapnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi menyambut baik wacana tersebut. Pemerintah daerah pun siap mendukung kebijakan tersebut.

"Bandara Gading bisa digunakan tidak terlalu masal, tadi Pak Menteri (Budi Karya) mengatakan termasuk (penerbangan) dari Australia ini akan memberikan efek luar biasa dari wisman, dampaknya sudah kita perhitungkan," katanya.

Harapannya, jika wisatawan mancanegara mudah mengakses, maka bisa semakin meningkatkan kunjungan ke destinasi wisata, mulai pantai hingga goa.

Politisi PAN ini mengatakan, selain pemda, masyarakat juga harus mempersiapkan jika bandara itu terwujud. Salah satunya transportasi dari bandara menuju obyek wisata.

"Ini peluang bagi masyarakat, dan sampai saat ini belum ditangkap pegiat pariwisata. Saya berharap hal ini bisa dikerjakan, akan membawa dampak perekonomian bagi masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Mudik ke Gunungkidul, Jangan Lupa Beli Tiwul dan Belalang Goreng

Perlu diketahui, wacana mengubah lapangan terbang Gading sudah disampaikan menteri perhubungan akhir 2016 lalu. Namun akhir-akhir ini pemerintah Kabupaten Gunungkidul sempat menyerah dan lebih memilih memaksimalkan Jalur Jalan lintas Selatan (JJLS).

"Kami berterima kasih dan berharap (bandara) segera terwujud, meski sempat ada wacana tidak jadi. Kalau Pak Menteri seperti itu ya kita teruskan," pungkas Immawan.

Jika bandara Gading terwujud, maka pemerintah Provinsi DIY akan memiliki 3 bandara, yakni NYIA di Kulon Progo, Adi Sutjipto di Sleman, dan Bandara Gading di Gunungkidul.

Kompas TV Pemberdayaan masyarakat pedesaan bisa dilakukan melalui beragam cara. Di gunung kidul yogyakarta, warga desa ngeposari memanfaatkan eceng gondok, menjadi karya bernilai ekonomis. Hasilnya, karya ini kini sudah menjadi salah satu komoditas ekspor andalan. Eceng gondok, selama ini dikenal sebagai gulma atau pengganggu tanaman air, yang hidup di atas rawa atau danau. Namun di tangan warga desa negeposari semanu gunungkidul, gulma ini disulap menjadi berbagai macam barang berguna, sekaligus diminati masyarakat.

PenulisKontributor Yogyakarta, Markus Yuwono
EditorFarid Assifa
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM