Monyet Ekor Panjang Serang Warga di Boyolali Bukan untuk Cari Makanan - Kompas.com

Monyet Ekor Panjang Serang Warga di Boyolali Bukan untuk Cari Makanan

Kontributor Surakarta, M Wismabrata
Kompas.com - 07/08/2017, 20:07 WIB
Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) terlihat di area Cagar Alam Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (5/5/2013). KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) terlihat di area Cagar Alam Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (5/5/2013).

BOYOLALI, KOMPAS.com - Kasus serangan monyet di Boyolali dinilai sangat unik karena  monyet-monyet tersebut menyerang warga bukan untuk mencari makan.

"Di desa lokasi serangan terdapat kebun buah-buahan dan kalau mereka mencari makan, tentu kan menyerang kebun buahnya dan bukan manusia," kata Slamet Sukeri, Kepala Resort Konservasi BKSDA Wilayah Surakarta, Senin (7/8/2017).

Kasus serangan tersebut, lanjut dia, masih terus dikaji oleh petugas. Slamet membantah protes dari sejumlah organisasi terkait aksi pengusiran monyet ekor panjang di wilayah Karanggede.

"Berita yang berkembang saat ini tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Sebetulnya lokasi penyerangan bukan habitat dari monyet ekor panjang, jadi tidak ada istilah merusak habitat. Jumlah monyet ekor panjang tidak banyak hanya beberapa ekor dan satwa ini mengancam keselamatan manusia," ungkapnya.

(Baca juga: Kawanan Monyet Ekor Panjang Serbu Boyolali, 12 Warga Terluka)

Slamet menjelaskan bahwa upaya pengusiran satwa monyet jenis ekor panjang terus dilakukan. Posko darurat didirikan di desa yang menjadi lokasi hama monyet tersebut.

Segala cara dilakukan untuk mengusir ataupun menangkap kawanan monyet tersebut. Namun, upaya tersebut mengalami sejumlah kendala, salah satunya topografi lokasi desa sehingga petugas gabungan dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah Surakarta, Kepolisian Boyolali dan warga mengalami kesulitan untuk memburu monyet ekor panjang. 

"Dengan luasan area jelajah monyet yang meliputi 6 desa dari 2 kecamatan, topografi yang bergelombang, semak dan kebun masyarakat yang bersambung membuat monyet sangat mudah menyelinap bersembunyi dari pengawasan sehingga tim kesulitan menemukan MEP tersebut," kata Slamet.

Slamet juga menjelaskan bahwa petugas juga sudah berusaha untuk memancing kawanan monyet dengan menempatkan seekor monyet dengan jenis ekor panjang di lokasi pencarian. Harapannya, kawanan monyet akan datang.

"Kami masih lakukan pencarian dan juga membawa seekor monyet ekor panjang, tetapi saat ini masih belum ada tanda-tanda. Petugas juga meminta warga untuk membuat suara gaduh apabila mendapat serangan dari monyet," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sendang, Sukimin, menjelaskan bahwa serangan monyet sudah terjadi sejak bulan Juni. Sejumlah warga diserang oleh monyet dan sebagian mengalami luka-luka.

"Warga sedikit was-was dan berusaha untuk mengusir monyet yang datang ke desa. Ronda juga dilakukan bersama-sama," kata Sukimin.

 

Kompas TV Musim Kemarau Sebabkan Kawanan Monyet Turun Gunung

PenulisKontributor Surakarta, M Wismabrata
EditorCaroline Damanik
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM