Ibu yang Anaknya Hilang di Laut Garut: "Wisnu Dwi A Pulanglah Nak" - Kompas.com

Ibu yang Anaknya Hilang di Laut Garut: "Wisnu Dwi A Pulanglah Nak"

Kontributor Garut, Ari Maulana Karang
Kompas.com - 17/05/2017, 09:43 WIB
Kompas.com/ Ari Maulana Karang Nurhayani tampak menangis seusai menulis ungkapan kerindungan kepada anaknya, Wisnu yang hilang di pantai selatan Garut, Rabu (17/5/2017).

GARUT, KOMPAS.com - Kesedihan mendalam tampak dari wajah Nurhayani, ibunda Wisnu Dwi Airlangga, siswa Mts Hidayatullah Depok yang hilang di Pantai Cidora, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin pada Selasa (16/05/2017) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Selain Wisnu, ada empat siswa lainnya yang ikut hilang terseret ombak.

Sejak menginjakkan kakinya di Pantai Cidora Rabu (17/05/2017) pagi, mata Nurhayani yang berkaca-kaca terus saja menatapi lautan mencari keberadaan anak keduanya. Terkadang, warga Jalan Margonda, Depok, ini menggeser posisinya ke lokasi lain di Pantai Cidora dengan bertelanjang kaki sambil matanya tetap menatapi lautan.

Baca juga: Cerita Saksi yang Melihat Detik-detik Sejumlah Siswa MTs Terseret Ombak Besar

Ungkapan kesedihan dan kerinduan Nurhayani kepada anak keduanya dicurahkan dalam sebuah tulisan di pasir pantai. "Wisnu Dwi A Pulanglah Nak", tulis Nurhayani dengan menggunakan sebatang kayu yang didapatnya di pinggir pantai.

Tidak lama kemudian tulisan tersebut hilang tersapu ombak yang mulai membesar.

Begitu ditanya maksud dari tulisannya, Nurhayani mengaku itu adalah ungkapan kerinduannya kepada anaknya yang sudah tiga tahun belakangam tinggal di Pondok Pesantren Hidayatullah.

"Ini ungkapan kerinduan saya, karena sejak masuk pesanten jarang bertemu," katanya dengan mata berkaca-kaca.

Nurhayani mengaku, tidak memiliki firasat apapun saat anaknya meminta izin pergi ke Garut pada acara perpisahan di sekolahnya. Saat ini, ia hanya bisa berharap yang terbaik untuk anaknya.

Seperti halnya Nurhayati, Lili Djunaedi, ayah dari Wisnu pun berharap sama. Namun jika anaknya tidak selamat, Lili mengaku ikhlas. "Walau tidak selamat saya ikhlas," katanya dengan raut muka sedih.

Ustaz Irfan Hakim, guru pendamping acara perpisahan MTs Hidayatullah mengungkapkan, hingga saat kejadian, dirinya belum menerima informasi yang pasti terkait larangan berenang di Pantai Cidora.

"Jadi siswa tiga kali main ke pantai, pagi, siang dan sore, dari pengakuan siswa, begitu telah di pantai memang ada warga yang mengingatkan agar tidak berenang jauh-jauh, seperti memberi kode pada anak-anak," katanya.

Baca juga: Terseret Ombak Pantai Garut Selatan, Lima Siswa MTS dari Depok Hilang

Wisnu Dwi Airlangga sendiri adalah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Lili Djunaedi dan Nurhayani. Lili dan Nurhayani tiba di Pantai Cidora pada Rabu (17/05/2017) pukul 04.00 WIB setelah berangkat dari Depok pukul 23.00 WIB. Lili datang ke Cidora bersama adik dan kakak Wisnu didampingi dua paman Wisnu.

Kompas TV Banjir Bandang Melanda Magelang

PenulisKontributor Garut, Ari Maulana Karang
EditorFarid Assifa
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM