Seorang Gadis Belia Diculik dari Rumahnya dan Diperkosa di Kebun Sawit - Kompas.com

Seorang Gadis Belia Diculik dari Rumahnya dan Diperkosa di Kebun Sawit

Kontributor Medan, Mei Leandha
Kompas.com - 21/04/2017, 18:16 WIB
KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO Ilustrasi korban pemerkosaan

MEDAN, KOMPAS.com - Seorang gadis belia putri pasangan Yu (37) dan Jo (39), warga Kecamatan Airbatu, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, diculik orang tak dikenal pada Jumat (21/4/2017) sekitar pukul 04.00 WIB.

Pelaku diduga masuk ke rumah dengan cara merusak jendela depan. Pelaku kemudian membawa keluar korban berinisial PJ (13) yang sedang tidur di ruang tamu melalui pintu depan.

Baca juga: Dicekoki Minuman Keras, Gadis 15 Tahun di Bogor Diperkosa 7 Remaja

Hilangnya korban diketahui Yu dan Jo saat azan subuh berkumandang. Pasutri ini kemudian melapor ke kepala Desa Hessaparlompongan yang langsung meneruskannya ke Polsek Airbatu.

Tak lama kemudian Kapolsek Airbatu AKP Martoni bersama Kanit Reskrim turun ke lokasi dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Beberapa saat kemudian diperoleh informasi bahwa korban sudah ditemukan di depan rumah Jahormat sekitar 1 kilometer dari rumah korban.

Polisi langsung mendatangi lokasi dan menemukan korban dalam keadaan hanya mengenakan kaos dalam dan tidak bercelana dalam. Tangannya terikat ke belakang dengan menggunakan lakban dan mulutnya disumpal.

Kapolsek Airbatu AKP Martoni yang dikonfirmasi mengatakan, hasil penyelidikan sementara dan keterangan saksi-saksi diketahui pelaku masuk ke rumah lewat jendela, kemudian membawa korban. Korban mengaku seperti dihipnotis sehingga menurut saja.

"Pelaku mengatakan 'rumahmu dirampok orang, kau diam aja, ikuti aja aku'. Pelaku membawa korban dengan menggunakan sepeda motor jenis Mega Pro hitam ke arah ladang sawit, lalu memperkosa korban. Awalnya korban melawan, itulah sebabnya pelaku mengikat tangan korban ke belakang dan menutup mulut korban dengan lakban yang sudah disiapkan pelaku di dalam tasnya," kata Martoni, Jumat (21/4/2017).

Usai melakukan aksinya, lanjut dia, pelaku meninggalkan korban begitu saja. Korban berhasil membuka ikatan tangan dan mulutnya kemudian dia berlari sampai akhirnya ditemukan di depan rumah Jahormat di Jalan Lintas Sumatera, Dusun IV Desa Hesaperlompongan.

Polisi mengamankan korban dan membawanya ke RSU Abdul Manan Simatupang, Kisaran, guna dilakukan visum.

Baca juga: Gadis 16 Tahun di Probolinggo Diperkosa Empat Pemuda

Ciri-ciri pelaku, ungkap Martoni, diperkirakan berumur di atas 40 tahun dan tinggi sekitar 170 sentimeter. Postur badan sedang, memakai jaket hitam dan baunya seperti bau getah.

Pelaku saat itu memakai topi hitam, menggunakan sepeda motor Honda Mega Pro dengan nomor polisi tidak diketahui. Pelaku juga diketahui membawa tas sandang warna hitam seperti tas laptop.

Sampai hari ini, polisi masih terus melakukan penyelidikan dan memburu pelaku sesuai dengan ciri-ciri itu.

Selain Jahormat, polisi juga memeriksa Najaruddin Aritonang (40), penjaga malam di Rumah Makan Lestari, Dusun IV Desa Hessaparlompongan, Kecamatan Airbatu.

Polisi mengamankan beberapa barang bukti seperti lakban kuning dan celana dalam korban.

"Korban masih dalam perawatan, dia mengalami trauma," kata Martoni.

PenulisKontributor Medan, Mei Leandha
EditorFarid Assifa
Komentar

Close Ads X