Ridwan Kamil Akui Pilkada DKI Berdampak pada Situasi Politik di Jabar - Kompas.com

Ridwan Kamil Akui Pilkada DKI Berdampak pada Situasi Politik di Jabar

Kontributor Bandung, Dendi Ramdhani
Kompas.com - 20/04/2017, 16:45 WIB
KOMPAS. com/DENDI RAMDHANI Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis (23/3/2017)

BANDUNG, KOMPAS.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menilai, hasil Pilkada DKI Jakarta akan berdampak terhadap konstelasi politik di Pilkada Jabar 2018 mendatang.

Kendati begitu, pria yang akrab disapa Emil ini mengaku enggan memilah partai yang akan dijadikan kendaraan politiknya menuju kursi Jabar 1.

Baca juga: Ucapan Selamat Ridwan Kamil untuk Anies-Sandi dan Doa bagi Ahok-Djarot

Seperti diketahui, pria yang akrab disapa Emil itu diusung Partai Gerindra dan PKS sewaktu maju di Pilkada Kota Bandung 2013 lalu.

Dua partai tersebut pula yang mendukung dan memenangkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilkada DKI Jakarta 2017. Hingga kini, baru Partai NasDem yang telah mendeklarasikan dukungannya untuk Emil.

"Dikarenakan saya tidak berpartai jadi semuanya diajak bicara, itu aja prinsipnya gak akan berubah. Karena porsinya saya enggak bisa menebak apakah mereka menyukai saya atau tidak. Jadi saya tidak pilih-pilih," ujar Ridwan aaat ditemui di Hotel Hilton Bandung, Kamis (20/4/201).

Sejauh ini, kata Emil, ia masih memegang komitmennya untuk tidak menjadi kader partai meski akan maju di Pilkada Jabar.

"Saya kan berkomitmen belum berpartai dulu. Jadi kalau ada yang menyatakan mau masuk partai itu mungkin harapan saja," ucapnya.

Emil menilai, efek dari Pilkada DKI Jakarta akan merambah pada situasi politik di Jabar. Bahkan, bukan tak mungkin efek negatif dari Pilkada Jakarta pun akan berimbas ke Jabar.

Meski demikian, ia berupaya bersikap santai. Saat ini, Emil mengaku hanya fokus menuntaskan sisa jabatannya di Kota Bandung.

"Pasti berdampak karena Jawa Barat kan terasnya DKI, jadi panasnya DKI berimbas ke panasnya Jawa Barat. Tapi saya mah santai saja, silakan berupaya, namanya juga kompetisi. Kan dalam kompetisi kayak main catur, jadi berstrategi kan begitu," tuturnya.

Baca juga: Pilkada Jabar, Ridwan Kamil Akui Popularitasnya Lemah di Pantura

"Ada yang gak suka, ada yang ancam-mengancam, ada yang bersiasat mau mencari negatif. Ah, badai begitu mah dihadapi saja, yang penting pembangunan Bandung tahun depan, lima tahun saya tuntas dengan baik, itu saja. Karena tujuan saya pertama adalah jadi wali kota Bandung. Bahwa ada oportunity naik ke atas ya itu mah karena situasi," jelasnya.

Kompas TV Beli Jaket di Bandung, Presiden Jokowi Dapat Diskon 20%

PenulisKontributor Bandung, Dendi Ramdhani
EditorFarid Assifa
Komentar

Close Ads X