Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Monumen Dibangun di Sebelah Rumah Patmi Petani Kendeng

Kompas.com - 26/03/2017, 23:20 WIB
Kontributor Semarang, Nazar Nurdin

Penulis

PATI, KOMPAS.com - Sosok mendiang Patmi (48), petani perempuan yang tinggal di Desa Larangan Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati memang telah tiada.

Namun, sosoknya dianggap tepat mewakili spirit perjuangan petani, yang mempertahankan tanahnya.

Pada Minggu (26/3/2017) sore, tepat diadakan peringatan tujuh hari kepergiannya. Di acara itu digelar bermacam doa, hingga dibuat monumen terhadap sosok Patmi.

Monumen diletakkan di lahan di sebelah rumahnya seluas kurang lebih 10 meter persegi. Di bawah pohon jati, monumen dibangun ditengahi lingkaran berdiameter sekitar 3 meter.

Tanah yang dijadikan monumen milik almarhum. Rencananya, di sebelah lahan monumen, akan didirikan tempat ibadah atau mushola.

"Tempat ini berstatus hak milik atas nama almarhum. Tanah ini sudah diwakafkan untuk kemaslahan publik," ujar Harno, koordinator Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Pati, Minggu sore.

Peletakan monumen dihadiri sejumlah kalangan, terutama warga Desa Larangan, serta warga yang menolak pabrik semen.

Di sekeliling kediaman mendiang Patmi, ucapan bela sungkawa datang dari para tokoh, terutama dari kalangan aktivis, anggota DPR.

Mereka mengirim karangan bunga yang diletakkan di depan rumah mendiang.

Pihak keluarga Patmi juga menggelar peletakan batu pertama pembangunan monumen. Peletakan batu pertama dilakukan suaminya Rosyad dan anak-anaknya.

"Perjuangan ini meneguhkan semangat kami bahwa kami harus terus berjuang. Saya ikhlas," ujar Rosyad.

Sebelum dan sesuai peletakan batu pertama pendirian museum, lagu ibu bumi terus disuarakan warga di lokasi tersebut.

Desa Larangan tepat berada di pegunungan Kendeng utara. Rencananya, desa ini adalah salah satu dari empat desa yang akan menjadi lokasi penambangan pabrik semen di Pati.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com