Minimarket Milik Koperasi Lanud Iswahjudi Magetan Terbakar - Kompas.com

Minimarket Milik Koperasi Lanud Iswahjudi Magetan Terbakar

Kontributor Madiun, Muhlis Al Alawi
Kompas.com - 14/01/2017, 10:47 WIB
Kontributor Madiun, Muhlis Al Alawi Foto : Api sementara membakar mini market Yudimart milik Koperasi Lanud Iswahjudi Magetan, Sabtu ( 14/1/2017). (Foto Raditya)

MAGETAN, KOMPAS.com — Minimarket Yudimart milik Koperasi Lanud Iswahjudi Magetan terbakar, Sabtu (14/1/2017) pagi. Api diduga berasal dari korsleting lemari pendingin makanan.

"Api mulai membakar sejak pukul 07.10 WIB. Satu setengah jam kemudian api baru dapat dipadamkan. Diperkirakan karena korsleting listrik pada lemari pendingin makanan, tapi untuk kepastiannya masih dalam penyelidikan," ujar Kepala Urusan Penerangan Pasukan Umum Lanud Iswahjudi Magetan, Mayor Tamsir, Sabtu (14/1/2017).

Menurut Tamsir, isi minimarket berupa sembako dan sandang habis dilalap api. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu.

Tamsir menceritakan, kebakaran pertama kali diketahui Heri, penjaga minimarket. Heri mengetahui adanya api saat hendak membuka pintu depan minimarket

Mengetahui adanya kebakaran, Heri langsung berteriak meminta pertolongan warga kompleks Lanud Iswahjudi.

Tak berapa lama kemudian sembilan mobil pemadam kebakaran tiba. Tim langsung berupaya memadamkan api.

Reaksi dan kerja cepat pemadam membuat api tak merambat ke rumah-rumah di kompleks asrama anggota Lanud Iswahjudi.

"Lima pemadam dari Lanud Iswahjudi, dua mobil pemadam dari Pemkab Magetan, dan dua mobil pemadam dari Pemkab Madiun. Api baru bisa dipadamkan total satu setengah jam kemudian," kata Tamsir.

Tamsir menambahkan, api cepat membesar lantaran di dalam minimarket itu terdapat barang yang mudah terbakar, seperti pakaian, serta makanan dan minuman yang terbungkus plastik.

Ia mengatakan, minimarket Yudimart merupakan salah satu usaha milik Koperasi Lanud Iswahjudi.

Biasanya, warga kompleks Lanud Iswahjudi dan masyarakat sekitar berbelanja di minimarket tersebut. Jumlah kerugian masih dalam penyelidikan. Namun, ia memperkirakan bisa mencapai ratusan juta rupiah. 

PenulisKontributor Madiun, Muhlis Al Alawi
EditorKrisiandi
Komentar

Close Ads X