Mahasiswa Politeknik Padang Membuat Sepeda Bertenaga Surya - Kompas.com

Mahasiswa Politeknik Padang Membuat Sepeda Bertenaga Surya

Kompas.com - 01/08/2016, 08:09 WIB
KOMPAS.COM/DHANANG DAVID ARITONANG Sepeda Ontel yang digunakan oleh tukang pos merupakan koleksi Museum Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat.

PADANG, KOMPAS.com - Sebanyak tiga mahasiswa Program Studi Teknik Listrik, Politeknik Negeri Padang (PNP), Sumatera Barat, berkreasi dengan membuat sepeda listrik tenaga surya.

"Sepeda ini dirancang untuk memudahkan sarana transportasi, namun tidak merusak lingkungan akibat polusi seperti yang disebabkan oleh kendaraan bermotor, jadi sepeda ini sangat ramah lingkungan," kata Ketua tim, Azhari Alriza di Padang, Jumat (29/7/2016).

Sepeda listrik tersebut memanfaatkan tenaga matahari sebagai pasokan daya listrik, yang akan ditampung oleh panel surya kemudian disimpan oleh baterai atau aki. Untuk mengatur pengisian arus ke baterai tersebut dipakai solar charge controller yang akan berfungsi supaya baterai tidak kelebihan arus dan untuk monitoring temperatur baterai.

Pada bagian belakang atau boncengan seeda diletakkan panel surya berukuran panjang 125 centimeter dan lebar 80 centimeter, di batang sepeda terdapat motor, dan di bagian depan terpasang charge controller agar dapat dilihat langsung bagaimana status baterai.

Azhari menjelaskan, ketika berkendara siang hari dengan sepeda listrik ini maka baterai akan dicas secara otomatis, dan ketika malam hari akan menggunakan cadangan energi yang sudah terisi siang hari.

Pada dasarnya cara kerja dari sepeda listrik tersebut adalah panel surya sebagai penangkap energi disimpan oleh baterai yang dikontrol solar charge controller kemudian baru digunakan sebagai catu daya untuk menghidupkan motor arus searah 24 Volt.

Sementara untuk mengatur kecepatan sepeda dikontrol dengan pulse width modulation (PWM) yang terpasang dipasang di setang.

"Dari motor arus searah tersebut diatur dengan PWM yang akan mengontrol kecepatan sepeda ketika sudah berjalan," tambahnya.

Azhari dan rekan-rekannya berharap karya mereka bisa dipatenkan sehingga jerih payahnya dapat dihargai.

"Tentu saja kami ingin alat ini dipatenkan atau ada orang yang dapat membiayai penelitian lebih lanjut, untuk biaya pembuatan sepeda listrik ini kami menghabiskan dana lebih kurang Rp 5,5 juta," ucapnya.

Sementara itu, salah seorang dosen Program Studi Teknik Listrik, Tri Artono, mengatakan, untuk dapat mematenkan karya yang dibuat oleh mahasiswa harus melalui beberapa proses, seperti apakah alat tersebut merupakan teknologi tepat guna atau bukan, dan dari segi biaya serta fungsi juga harus diperhatikan.

Ia juga berharap akan ada investor yang datang dan melihat karya-karya mahasiswa PNP sehingga karya tersebut tidak berhenti saja saat mereka tamat kuliah.

"Selama ini kami sudah mencoba untuk mendapatkan hak paten dan pendanaan penelitian lebih lanjut, namun belum ada yang tembus, kami akan berusaha lebih baik lagi untuk mengoptimalkan penemuan dan karya dari mahasiswa kami," katanya.

Kompas TV Sepeda Tenaga Surya Inovasi Anak Negeri

EditorErlangga Djumena
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM