Minggu, 26 Maret 2017

Regional

Candi Borobudur dan Prambanan Jadi Ikon Earth Hour 2016 di Indonesia

Sabtu, 19 Maret 2016 | 23:12 WIB
Kompas.com/Ika Fitriana Perwakilan WWF Indonesia dan pengelola Candi Borobudur dan seniman membuka gerakan Earth Hour 2016 di Candi Borobudur, Sabtu (19/3/2016).

MAGELANG, KOMPAS.com - Candi Borobudur dan Candi Prambanan menjadi ikon gerakan Earth Hour 2016 di Indonesia. Selain di dua cagar budaya itu, gerakan ini juga dilaksanakan serentak di 70 ikon yang tersebar di 32 kota di Indonesia, Sabtu (19/3/2016) mulai pukul 20.30 hingga 21.30 waktu setempat.

Earth Hour 2016 merupakan gerakan ke-8 di Indonesia yang digagas oleh World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia bekerja sama dengan Balai Konservasi Borobudur (BKB), PT Taman Wisata Candi Borobudur, dan UNESCO.

"Tidak ada ikon world herittage yang lebih kuat daripada Candi Borobudur dan Prambanan. Itulah mengapa WWF Global memilih dua candi ini menjadi ikon Earth Hour 2016," kata Marketing Director WWF Indonesia Devy Suradji di Borobudur, Sabtu (19/3/2016) malam.

Devy melanjutkan, beberapa ikon di Indonesia yang terpilih menjadi lokasi Earth Hour 2016 di antaranya berupa balai kota, tugu, dan hotel tua.

Dari Borobudur, penyelenggara ingin mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk melakukan aksi nyata mengubah gaya hidup mengurangi emisi gas rumah kaca demi kelestarian bumi.

"Bukan sekadar aksi switch off-switch on Borobudur, namun kita ingin menggerakkan lebih dari itu. Melalui live Periscope di Twitter dengan #iniaksiku #aksimu, kita gaungkan gerakan ini ke seluruh dunia," kata Devy.

"Dari Candi Borobudur, kita belajar dengan apa yang sudah kita miliki, apa yang kita perjuangkan masa depan," lanjutnya.

Direktur Pemasaran dan Kerja Sama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Ricky SP Siahaan, mengatakan bahwa dua warisan budaya dunia di Jawa Tengah ini tidak lepas dari dampak perubahan iklim.

Oleh karena itu, dua candi ini menjadi bagian dari gerakan Earth Hour untuk turut menyiarkan pentingnya perubahan gaya hidup sebagai salah satu cara memenuhi komitmen dalam mengurangi emisi gas rumah kaca.

"Sekecil apa pun perubahan iklim tetap berpengaruh dengan kondisi bebatuan Candi Borobudur dan Prambanan," kata Ricky.

Kepala Seksi Konservasi Balai Konservasi Borobudur Iskandar M Siregar menyampaikan dukungan atas pelaksanaan Earth Hour 2016 di candi Buddha tersebut.

Ia berharap, gerakan ini dapat memberikan kesadaran akan pentingnya pelestarian fisik Candi Borobudur. Kegiatan ini juga diharapkan menumbuhkan semangat melestarikan lingkungan atau saujana budaya Borobudur.

"Candi Borobudur dan saujana sekitarnya merupakan integritas yang tidak bisa dipisahkan," ujar dia.

Gerakan Earth Hour 2016 dengan tema Global Shine A Light on Climate Action ini dipusatkan di panggung Aksobya Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang.

Sejumlah kegiatan mengawali gerakan ini, antara lain pertunjukan tari tradisional, peluncuran website Go Borobudur, hingga pementasan teater Kera Sakti dari seniman-seniman asal Jepang.

Penulis: Kontributor Magelang, Ika Fitriana
Editor : Laksono Hari Wiwoho