Enam Penari Kediri Akan Tampil di Depan Peserta Acara KAA - Kompas.com

Enam Penari Kediri Akan Tampil di Depan Peserta Acara KAA

Kontributor Kediri, M Agus Fauzul Hakim
Kompas.com - 22/04/2015, 16:39 WIB
Kompas.com / KRISTIANTO PURNOMO Sterilisasi ruas Jalan MH Thamrin saat delegasi negara anggota Konferensi Asia Afrika melintasi Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (20/4/2015). Ribuan personel TNI dan Polri diturunkan untuk mengamankan Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika, 19-24 April.

KEDIRI, KOMPAS.com
- Para penari dari Kota Kediri, Jawa Timur, berkesempatan tampil di ajang pertemuan para pemimpin dunia yang tengah memperingati sebuah pertemuan Konferensi Asia Afrika (KAA) yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat, 22-24 April 2015.

Para penari itu berjumlah enam orang dan didukung oleh delapan orang lainnya sebagai penabuh gamelan. Para seniman yang tergabung dalam Sanggar Tari Guntur Mojoroto ini telah bertolak dari Kediri menuju Bandung pada 20 April lalu dan akan berada di sana hingga selesainya rangkaian pada 24 April.

Mereka akan membawakan tiga tarian andalan yang berkisah seputar Kerajaan Kediri di depan peserta, yaitu Tari Kethek Ogleng, Tari Werdhiningtyas, dan Tari Kuda Kepang.

Tari Kethek Ogleng menceritakan kisah Pangeran Asmoro Bangun dari Kerajaan Kediri yang menjelma menjadi kera putih untuk mencari Dewi Sekartaji yang dikenal cantik jelita, sedangkan Tari Werdhiningtyas mengisahkan ungkapan rasa suka cita Dewi Sekartaji (Putri Kediri) yang telah berhasil melampaui cobaan dalam hidupnya.

Sementara itu, Tari Kuda Kepang menceritakan tentang Dewi Songgo Langit yang sedang mencari calon suami dengan menggelar sayembara.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kediri, Nur Muhyar, menyampaikan rasa bangganya karena kesempatan langka itu. Saat tampil, lanjutnya, kontingen dari Kediri juga mendapatkan berbagai penghormatan di antaranya karena sepanggung dengan para seniman dari berbagai negara yang sama-sama tampil di KAA.

"Tidak seperti daerah lainnya, Kota Kediri mendapatkan kehormatan dengan tampil di semua stage yang ada," kata Nur Muhyar, Rabu (22/4/2015).

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan, Kerajaan Kediri merupakan kerajaan besar pada eranya dan tapak-tapak kebesarannya itu hingga kini masih terpelihara sebagai suatu kebanggaan sekaligus semangat bagi masyarakatnya untuk membangun Kota Kediri.

"Kebanggaan itu tergambar dalam bentuk musik dan tari yang disuguhkan di KAA itu," kata Abdullah Abu Bakar.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKontributor Kediri, M Agus Fauzul Hakim
EditorCaroline Damanik
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM