Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Komplotan Pembobol Rumah di Semarang Pura-pura Jualan Minyak Urut untuk Cari Target

Kompas.com - 22/05/2024, 05:20 WIB
Titis Anis Fauziyah,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

SEMARANG, KOMPAS.com - Komplotan pembobol rumah lintas provinsi berpura-pura menjual minyak urut untuk menentukan target.

Pelaku dibekuk oleh Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Semarang usai ketahuan membobol dua rumah mewah di Perumahan Puri Arga Golf, Mijen, pada Senin (13/5/2024).

Baca juga: Komplotan Pencuri Motor Matik di Batam Ditangkap, Pelaku Nyamar Jadi Ojol

Tiga orang komplotan itu ialah Wahyu Widyo Pramono (54), warga Tugu, Semarang. Lalu, Satriawan alias Toha (44) dan Haerul alias Heru (29) yang merupakan warga Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar mengungkapkan, komplotan tersebut memanjat pagar dan membobol pintu untuk melancarkan aksi rampoknya.

"Cara mereka yakni memanjat tembok dan merusak jendela rumah korban. Lalu mengambil barang-barang berharga," ujar Irwan di Mapolrestabes Semarang, Selasa (21/5/2024).

Dari TKP pertama yang berlokasi di Rumah Perum Puri Argo Golf Mijen, mereka menyikat ponsel, laptop, dan uang sebesar Rp 4,4 juta dalam pecahan dollar sebesar 200 USG.

"Lalu di TKP kedua yang berada di Puri Arga Golf juga, para tersangka itu menggondol sebuah laptop, sepasang anting perhiasan emas dan uang tunai sebesar Rp 5 juta," ungkap Irwan.

Irwan membeberkan, saat beraksi, komplotan itu biasanya berpura-pura berkeliling menjual minyak urut khas timur untuk memetakan rumah-rumah yang akan disasar untuk aksi perampokan.

“Dalam melakukan pencurian, para pelaku terlebih dahulu melakukan pemetaan rumah korban dengan modus berjualan minyak urut khas timur," jelasnya.

Komplotan itu sempat kabur ke daerah Jawa Barat usai aksi pencurian. Namun, polisi berhasil menangkap mereka setelah lima hari dalam pelarian.

Baca juga: Komplotan Penyelewengan Elpiji Subsidi Ditangkap, Keuntungan Rp 592 Juta

"Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan Pasal 363 ayat (2) KUHPidana, pencurian pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara,” tegas Irwan.

Dalam pengakuannya, tersangka Heru yang merupakan warga NTB sengaja datang di Semarang untuk aksi kejahatan berencana itu. Keduanya ditampung di rumah tersangka Wahyu yang dikenalnya saat berada di Bandung.

"Dulu saya di Bandung kenal Wahyu, sengaja ke Semarang, sasarannya rumah-rumah orang kaya yang besar," kata Heru.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Usai Bunuh Ayah Kandung, Ngadimin Lukai Diri Sendiri dan Sempat Berobat ke Puskesmas

Usai Bunuh Ayah Kandung, Ngadimin Lukai Diri Sendiri dan Sempat Berobat ke Puskesmas

Regional
Asa Petani Karanganyar Menghadapi Kemarau Panjang

Asa Petani Karanganyar Menghadapi Kemarau Panjang

Regional
Perjalanan Kasus Oknum Satpol PP Bunuh IRT di Bone gegara Utang, Pelaku Divonis Penjara Seumur Hidup

Perjalanan Kasus Oknum Satpol PP Bunuh IRT di Bone gegara Utang, Pelaku Divonis Penjara Seumur Hidup

Regional
Terungkap, Temuan 9,5 Kg Sabu dan 9.000 Butir Pil Ekstasi di Bengkalis

Terungkap, Temuan 9,5 Kg Sabu dan 9.000 Butir Pil Ekstasi di Bengkalis

Regional
Tokoh Pendiri Provinsi Belitung Meninggal di Mekkah

Tokoh Pendiri Provinsi Belitung Meninggal di Mekkah

Regional
Pemprov Kepri: Calon Kepala Daerah Petahana Wajib Cuti 60 Hari

Pemprov Kepri: Calon Kepala Daerah Petahana Wajib Cuti 60 Hari

Regional
Polisi Bangka Barat Gagalkan Penyelundupan 4 Ton Timah Ilegal

Polisi Bangka Barat Gagalkan Penyelundupan 4 Ton Timah Ilegal

Regional
Sampah Menumpuk di Jalan, Bupati Pemalang Sebut Ada Pegawai DLH yang Lakukan Sabotase

Sampah Menumpuk di Jalan, Bupati Pemalang Sebut Ada Pegawai DLH yang Lakukan Sabotase

Regional
Terdesak Biaya Sekolah Anak, Pria 34 Tahun Maling di Rumah Tetangga

Terdesak Biaya Sekolah Anak, Pria 34 Tahun Maling di Rumah Tetangga

Regional
Melihat Pernikahan Adat Jawa di Candi Borobudur, Pengantin Dikirab Bregada Sebelum Ijab Kabul

Melihat Pernikahan Adat Jawa di Candi Borobudur, Pengantin Dikirab Bregada Sebelum Ijab Kabul

Regional
Gulo Puan, Kuliner Langka Kegemaran Bangsawan Palembang

Gulo Puan, Kuliner Langka Kegemaran Bangsawan Palembang

Regional
Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Basis Satu Data Penting untuk Sukseskan Program Pemerintah

Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Basis Satu Data Penting untuk Sukseskan Program Pemerintah

Regional
Kuras Sumur, Pria di Cilacap Tewas

Kuras Sumur, Pria di Cilacap Tewas

Regional
International Tour de Banyuwangi Kembali Digelar, Diikuti 20 Tim dari 9 Negara

International Tour de Banyuwangi Kembali Digelar, Diikuti 20 Tim dari 9 Negara

Regional
Tunggu Putusan Pengadilan, Pemkot Jambi Siapkan Anggaran untuk SDN 212

Tunggu Putusan Pengadilan, Pemkot Jambi Siapkan Anggaran untuk SDN 212

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com