Habis Panen, SBY Tak Sabar Ingin Makan Nasi Jagung - Kompas.com

Habis Panen, SBY Tak Sabar Ingin Makan Nasi Jagung

Kompas.com - 05/12/2013, 16:16 WIB
KOMPAS.com/Taufiqurrahman Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono saat panen jagung di Desa Montok, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Rabu (5/12/2013).

PAMEKASAN, KOMPAS.com — Pada hari kedua kunjungannya di Madura, Kamis (5/12/2013), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berada di Kabupaten Pamekasan. Agenda pertama di daerah tesebut, SBY, yang didampingi sejumlah menteri, memanen dan menanam jagung hibrida di Desa Muntok, Kecamatan Larangan, Rabu (5/12/2013).

Sehabis panen dan tanam jagung, SBY menggelar dialog bersama petani dari Kecamatan Larangan dan Kecamatan Kadur. Banyak hal yang disampaikan petani kepada SBY. Di antaranya soal penghentian impor jagung, perbaikan irigasi, dan subsidi benih jagung untuk petani.

Menanggapi hal itu, SBY berkomitmen untuk merealisasikan permintaan petani. Namun, untuk impor jagung, pihaknya masih perlu mempertimbangkan kembali sebab impor bisa dihentikan jika di Indonesia stok jagung sudah melimpah.

Dalam hukum pasar, jelas SBY, ketika barang melimpah, impor bisa dihentikan. Namun, jika stok barang belum memenuhi, maka impor masih tetap dibutuhkan.

"Saya sudah tambahkan anggaran untuk Madura, baik untuk sektor pembangunan infrastruktur maupun di sektor pertanian, perikanan, dan kelautan. Permintaan petani akan terakomodasi di dalamnya," ungkap SBY.

SBY mengapresiasi semangat petani jagung di Pamekasan yang bisa memanen sampai tiga kali setahun. Hal itu sesuai dengan semangat pemerintah untuk mewujudkan swasembada jagung, swasembada beras, swasembada daging, dan swasembada kedelai.


"Saya tadi sudah panen jagungnya dan cukup bagus. Saya masih penasaran ingin makan nasinya. Malam ini saya ingin mencobanya," ungkapnya.

Komentar

Close Ads X