Selasa, 29 Juli 2014

News / Regional

Pemkab Bantul Bentuk Tim Investigasi MOS SMK 1 Pandak

Sabtu, 20 Juli 2013 | 23:53 WIB
SHUTTERSTOCK

YOGYAKARTA, KOMPAS.com -  Peristiwa meninggalnya Anindya Puspita (16)  warga  Daleman, Gadingharjo, Sanden, saat mengikuti kegiatan masa orientasi siswa (MOS) di SMK 1 Pandak, Kabupaten Bantul, mengundang perhatian banyak pihak termasuk Gubernur DIY Sri Sultan HB X.

Dalam waktu dekat Sri Sultan akan meminta keterangan terkait kegiatan MOS yang menyebabkan seorang siswi meninggal dunia itu.

“Saya belum bisa berkomentar banyak. Saya akan meminta keterangan terlebih dahulu kepada pihak-pihak terkait,” kata Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, Sabtu (20/7/2013).

Sementara itu, Sekda Kabupaten Bantul, Riyantono mengungkapkan Pemkab Bantul akan membentuk tim investigasi terkait meninggalnya siswi SMK 1 Pandak saat mengikuti kegiatan MOS.

“Tim  akan bekerja pada minggu depan. Nantinya tim  juga akan merekomendasikan pelaksanaan MOS di masa mendatang ," papar Riyantono.

Ia mengungkapkan salah satu anggota tim investigasi yakni Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal (Dikmenof).

Selain itu pihaknya juga akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait dengan kegiatan MOS selama satu pekan tersebut.
"Melihat peristiwa itu, kegiatan  MOS bisa saja dihapuskan dari  kegiatan yang sifatnya semi militer," Riyanto menegaskan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya Aninda Puspita (16) warga Daleman, Gadingharjo, Sanden, Bantul meninggal dunia saat mengikuti masa orientasi siswa (MOS) disekolahnya SMK 1 Pandak Bantul, Jumat (19/7/2013) sore sekitar pukul 16.10 WIB.

Sebelum meninggal, korban sempat dihukum squat jump karena dinilai melakukan pelanggaran peraturan peserta MOS. 

Penulis: Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma
Editor : Ervan Hardoko