Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bantuan PIP di Kota Serang Jadi Bancakan, Buat Perbaiki Mobil hingga Bayar Utang

Kompas.com - 24/04/2024, 21:22 WIB
Rasyid Ridho,
Reni Susanti

Tim Redaksi


SERANG, KOMPAS.com - Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) Sekolah Dasar Negeri di Kota Serang menjadi bancakan sejumlah pihak-pihak untuk keperluan pribadi.

Uang yang seharusnya dipergunakan siswa untuk biaya pendidikan justru dipergunakan untuk memperbaiki mobil dan membayar utang guru.

Hal tersebut terungkap pada sidang lanjutan kasus korupsi bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) 2021 senilai Rp 1,3 miliar di Pengadilan Tipikor Serang, Rabu (24/4/2024).

Baca juga: Mantan Kepala SDN di Kota Serang Didakwa Korupsi Dana PIP Rp 1,3 Miliar

Terdakwa terdiri dari 2 orang. Pertama mantan kepala sekolah dasar negeri (SDN) di Kota Serang, Banten, Tubagus Samsudin. Kedua Tubagus Iskandar calo sekaligus orang dekat staff ahli Komisi X DPR RI.

Dalam kesaksian guru SDN Tinggar 1, Kecamatan Curug, Kota Serang, Kosasih mengatakan, awal mula tahu ada bantuan PIP aspirasi dari pegawai honorer Dinsos Kota Serang Ari Sugira yang dikenalnya karena satu organisasi Tagana.

Saat itu, Kosasih mengaku ditawarkan bantuan PIP jalur apsirasi DPR RI yang dapat dipergunakan untuk apapun.

Baca juga: Hadiri Haul Agung Sultan Maulana Hasanuddin, Pj Gubernur Banten Sampaikan Pesan Ini

Tawaran itu disambut baik Kosasih yang kemudian menyiapkan lalu memberikan data 204 siswa untuk pengajuan bentuk dokumen microsoft excel.

"Saya kasih data siswa semua, datanya ke Ari Sugira berbentuk excel. Selanjutnya saya tunggu," ujar Kosasih saat ditanya JPU Subardi di hadapan hakim ketua Mochamad Arief Adikusomo.

Akhirnya, data itu pun disetujui, dan Ari Sugira meminta uang fee sebanyak 60 persen dari total uang yang cair dan sisanya 40 persen untuk sekolah.

Kesepakatan itupun disetujui, hingga akhirnya pada Desember 2021 bantuan PIP sebesar Rp108 juta cair dari BRI Unit Cipocok Jaya.

Pencairan PIP dilakukan oleh Kosasih dan ditemani oleh Kepala SDN Tinggar 1.

Bukannya disalurkan ke siswa sesuai data yang diajukan, uang itu justru dibagi dua untuk Ari Sugira dan Kosasih.

"Jumlahnya total Rp 108 juta, Rp 64,8 juta saya kasihkan ke Ari Sugira di pinggir jalan Palima. Sisanya Rp 43,2 saya pegang untuk keperluan sehari-hari dan perbaikan mobil pada waktu itu," ucap Kosasih.

Namun, Kosasih mengaku sudah mengembalikan uang yang dipergunakannnya kepada penyidik Polda Banten saat proses penyelidikan.

"Uang itu sudah dikembalikan ke Polda, ada tanda buktinya," tandas Kosasih.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com