Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Pelaku yang Mencuri dan Menjual Komodo dari TN Komodo Divonis Penjara 2 hingga 4 Tahun

Kompas.com - 03/04/2024, 10:15 WIB
Nansianus Taris,
Aloysius Gonsaga AE

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Empat pelaku jual beli 5 anak komodo yang dicuri di Taman Nasional Komodo telah divonis penjara dan denda puluhan hingga ratusan juta rupiah oleh Pengadilan Negeri (PN) Labuan Bajo.

Adapun 4 pelaku itu antara lain adalah Habibur Rahman alias Habib (24), Ishaka (37,) Muhamad Nurdin (37), dan Aswardin (20). Hukuman mereka berbeda sesuai peran masing-masing.

Habib, yang berasal dari Buleleng, Bali, berperan sebagai pembeli anak komodo dan menyelundupkannya dari Labuan Bajo ke Bali dan Jawa.

Baca juga: 4 Pelaku Penyelundupan Komodo Ditetapkan Jadi Tersangka, 2 Orang Masih Berstatus Saksi

Kemudian, Nurdin dan Aswardin adalah warga Pulau Rinca. Mereka bertugas menangkap anak komodo dan menjualnya ke Habib.

Sementara itu Ishaka berperan sebagai perantara Habib dengan Nurdin dan Aswardin. Ia dibayar Rp 500.000 per anak komodo.

Juru Bicara Pengadilan Negeri Labuan Bajo Nicko Anrealdo, mengatakan, vonis terhadap 4 pelaku tersebut telah diputuskan pada 27 Maret 2024.

"Telah diputus hari Rabu tanggal 27 Maret 2024 kemarin," kata Nicko saat dihubungi, Rabu (3/4/2024).

Ia menerangkan, terdakwa bernama Habibur Rahman alias Habib divonis pidana penjara empat tahun.

Baca juga: 6 Orang Ditangkap karena Coba Selundupkan Anak Komodo di Labuan Bajo

Hakim PN Labuan Bajo juga menjatuhkan denda Rp 100 juta. Apabila denda tersebut tidak dibayar, maka harus diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan.

Sementara itu 3 terdakwa lainnya divonis pidana penjara masing-masing dua tahun dan denda masing-masing Rp 50 juta.

Jika denda tersebut tidak dibayar, maka harus diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan.

Tidak ada semangat melestarikan Kawasan Taman Nasional Komodo

Nicko menerangkan salah satu pertimbangan majelis hakim yang memberatkan empat terdakwa.

Baca juga: Pelaku Sudah 5 Kali Menjual Komodo dengan Harga Rp 28 Juta Per Ekor

Mereka dinilai tidak memiliki semangat melestarikan kawasan Taman Nasional Komodo sebagai destinasi wisata.

"Menimbang bahwa dengan melihat sikap dari terdakwa yang demikian dapat diketahui tidak ada semangat dalam melestarikan kawasan Taman Nasional Komodo yang dapat mengancam keberlangsungan hidup masyarakat Labuan Bajo dan Kabupaten Manggarai Barat pada khususnya yang bergantung pada pariwisata berbasis alam dan masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur pada umumnya," terang dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Hendak Silaturahmi, Kakek dan Cucu Tewas Usai Pikap yang Dinaiki Kecelakaan

Hendak Silaturahmi, Kakek dan Cucu Tewas Usai Pikap yang Dinaiki Kecelakaan

Regional
Ingat, One Way dari Tol Kalikangkung-Cikampek Mulai Diterapkan 13 hingga 16 April

Ingat, One Way dari Tol Kalikangkung-Cikampek Mulai Diterapkan 13 hingga 16 April

Regional
Lambaian Tangan, Hiburan bagi Pemudik yang Terjebak Macet di Tol

Lambaian Tangan, Hiburan bagi Pemudik yang Terjebak Macet di Tol

Regional
Suasana Malam di Pelabuhan Bakauheni, Kantong Parkir Dermaga Penuh

Suasana Malam di Pelabuhan Bakauheni, Kantong Parkir Dermaga Penuh

Regional
Sistem One Way Diterapkan selama Arus Balik, PJ Gubernur Jateng: Terus Kami Pantau

Sistem One Way Diterapkan selama Arus Balik, PJ Gubernur Jateng: Terus Kami Pantau

Regional
Kembang Langit Park di Batang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Kembang Langit Park di Batang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Regional
Jenazah Danramil Aradide yang Ditembak OPM Sudah di Nabire, Besok Dimakamkan

Jenazah Danramil Aradide yang Ditembak OPM Sudah di Nabire, Besok Dimakamkan

Regional
Kepanasan Antre Masuk Kapal, Pemudik Dapat Minuman Dingin dan Es Krim

Kepanasan Antre Masuk Kapal, Pemudik Dapat Minuman Dingin dan Es Krim

Regional
Libur Lebaran, Puluhan Ribu Pengunjung Padati Candi Borobudur

Libur Lebaran, Puluhan Ribu Pengunjung Padati Candi Borobudur

Regional
Catat, Ada Diskon 20 Persen di Tol Tangerang-Merak 17-19 April 2024

Catat, Ada Diskon 20 Persen di Tol Tangerang-Merak 17-19 April 2024

Regional
Ada Kopi dan Camilan Gratis di Pelabuhan Panjang, Dimasak Chef Brimob

Ada Kopi dan Camilan Gratis di Pelabuhan Panjang, Dimasak Chef Brimob

Regional
Duduk Santai di Atas Gorong-gorong, Bocah SD Tiba-tiba Dililit Piton

Duduk Santai di Atas Gorong-gorong, Bocah SD Tiba-tiba Dililit Piton

Regional
Seorang Wanita di Kupang Bakar Rumah Adiknya

Seorang Wanita di Kupang Bakar Rumah Adiknya

Regional
Pemudik Antre di 'Buffer Zone', Belum Punya Tiket Nekat Mau Menyeberang

Pemudik Antre di "Buffer Zone", Belum Punya Tiket Nekat Mau Menyeberang

Regional
Arus Balik di Bakauheni Mulai Meningkat, Diperkirakan Lebih dari 150.000 Pemudik Bakal Kembali ke Jawa

Arus Balik di Bakauheni Mulai Meningkat, Diperkirakan Lebih dari 150.000 Pemudik Bakal Kembali ke Jawa

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com