Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Muncikari di Kepulauan Tanimbar Ditangkap Setelah "Jual" 12 Anak di Bawah Umur

Kompas.com - 22/02/2024, 13:51 WIB
Rahmat Rahman Patty,
Andi Hartik

Tim Redaksi

AMBON, KOMPAS.com - Seorang pria di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, ditangkap polisi karena terlibat dalam kasus tindak pidana perdagangan orang atau TPPO.

Pria berinisial EKM (31) itu diduga diringkus setelah 12 kali menjual anak perempuan di bawah umur untuk bisnis prostitusi.

Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP Umar Wijaya mengatakan, tersangka diringkus di sebuah kamar penginapan di Saumlaki, Kepulauan Tanimbar, pada Jumat (12/2/2024) malam.

Baca juga: Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Tanimbar Maluku, Tak Berpotensi Tsunami

Saat penangkapan, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa alat kontrasepsi serta ponsel milik korban dan pelaku.

"Tersangka ditangkap saat sedang melakukan transaksi untuk menjual para korban ke pria hidung belang," kata Umar kepada wartawan, Kamis (22/2/2024).

Baca juga: Kakek 74 Tahun di Tanimbar Maluku Berulang Kali Cabuli Anak di Bawah Umur

Ia menjelaskan, tersangka menjual korban ke pria hidung belang dengan harga Rp 500.000.

Dari setiap transaksi yang dilakukan, tersangka meraup keuntungan sebesar Rp 400.000, sedangkan korban hanya mendapat jatah Rp 100.000.

"Jadi sekali layani tamu harganya itu Rp 500.000, biasanya korban disuruh melayani dua tamu sehari jadi sekali layani tamu tersangka dapat Rp 400.000 dan korban hanya Rp 100.000," ungkapnya.

Ia menegaskan, perbuatan tersangka merupakan kejahatan yang harus dihukum berat.

"Ini kejahatan luar biasa, tidak hanya eksploitasi secara ekonomi dan seksual, tetapi juga prostitusi, dan perdagangan anak di bawah umur. Pelaku harus diberi tindakan hukum tegas,” tegasnya.

Kepala Satuan Reskrim Polres Kepulauan Tanimbar AKP Handry Dwi Azhari menambahkan, tersangka menjadi muncikari dan terlibat dalam bisnis prostitusi karena terdesak masalah ekonomi.

Ia mengaku, salah satu korbannya adalah keponakannya sendiri. Para korban anak ini umumnya diimingi pekerjaan, namun malah dijual oleh tersangka.

“Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya bahkan ada 12 korban yang telah dijual untuk melayani pria hidung belang di Kepulauan Tanimbar. Salah satu korban itu keponakan tersangka sendiri,” ungkapnya.

Handry menyebut, pengungkapan kasus tersebut berawal dari banyaknya laporan masyarakat terkait dengan aktivitas anak di bawah umur yang terlibat kasus prostitusi.

Adapun para korban anak yang dijual tersangka kini tengah mendapat pendampingan dari Tim Perlindungan Anak Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

“Korban anak tersebut saat ini telah mendapatkan pendampingan dari Tim Perlindungan Anak Kabupaten Kepulauan Tanimbar," ujarnya.

Atas perbuatan tersebut, tersangka dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1), ayat (2) dan Pasal 17 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang atau Pasal 88 Jo Pasal 76I Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara serta denda Rp 60 juta hingga Rp 300 juta.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Motif Menantu Otaki Pembunuhan Mertua di Kendari, Sakit Hati karena Tak Dianggap

Motif Menantu Otaki Pembunuhan Mertua di Kendari, Sakit Hati karena Tak Dianggap

Regional
Silsilah RA Kartini, Pejuang Emansipasi yang Berdarah Biru

Silsilah RA Kartini, Pejuang Emansipasi yang Berdarah Biru

Regional
Korban Meninggal Bentrok di Tual Maluku Dimakamkan

Korban Meninggal Bentrok di Tual Maluku Dimakamkan

Regional
Jeffri Kaget Kaus Merahnya Dipakai oleh Pembunuh Ibu dan Anak di Palembang, Diambil Pelaku dari Rumah Kosong

Jeffri Kaget Kaus Merahnya Dipakai oleh Pembunuh Ibu dan Anak di Palembang, Diambil Pelaku dari Rumah Kosong

Regional
Tradisi Sungkem Tlompak, Wujud Syukur Masyarakat Lereng Gunung Merbabu

Tradisi Sungkem Tlompak, Wujud Syukur Masyarakat Lereng Gunung Merbabu

Regional
Sepekan Setelah Lebaran, Harga Bawang Merah di Tingkat Petani Brebes Rp 50.000 per Kg

Sepekan Setelah Lebaran, Harga Bawang Merah di Tingkat Petani Brebes Rp 50.000 per Kg

Regional
Kronologi Ganda Bunuh Istri dan Anak Mantan Bos di Palembang gara-gara Gaji yang Dibayar Tak Sesuai

Kronologi Ganda Bunuh Istri dan Anak Mantan Bos di Palembang gara-gara Gaji yang Dibayar Tak Sesuai

Regional
Diadakan di 14 Titik, Festival Balon Udara di Wonosobo Bakal Dikunjungi Puluhan Ribu Wisatawan

Diadakan di 14 Titik, Festival Balon Udara di Wonosobo Bakal Dikunjungi Puluhan Ribu Wisatawan

Regional
Pembunuh Bocah TK yang Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Goa Terungkap, Saat Ini Masih Buron

Pembunuh Bocah TK yang Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Goa Terungkap, Saat Ini Masih Buron

Regional
Warga Anambas Diimbau Tak Pakai Sepeda Listrik di Jalan Raya

Warga Anambas Diimbau Tak Pakai Sepeda Listrik di Jalan Raya

Regional
Hari Pertama Buka Usai Lebaran, Kantor Samsat Kebumen Peroleh Rp 887 Juta Pembayaran Pajak

Hari Pertama Buka Usai Lebaran, Kantor Samsat Kebumen Peroleh Rp 887 Juta Pembayaran Pajak

Regional
Paling Diminati Saat Lebaran, Kota Lama Semarang Dikunjungi 246.000 Wisatawan

Paling Diminati Saat Lebaran, Kota Lama Semarang Dikunjungi 246.000 Wisatawan

Regional
Pensiunan ASN di Kupang Tewas Gantung Diri

Pensiunan ASN di Kupang Tewas Gantung Diri

Regional
Pemkab Sikka NTT Siapkan 1.000 Dosis Vaksin Cegah Rabies di Palue

Pemkab Sikka NTT Siapkan 1.000 Dosis Vaksin Cegah Rabies di Palue

Regional
Buron Setahun, Perampok Karyawan Koperasi di Musi Rawas Tewas Ditembak

Buron Setahun, Perampok Karyawan Koperasi di Musi Rawas Tewas Ditembak

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com