Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gibran Teken SE soal Daging Anjing, Pedagang: Belum Ada Surat Larangan

Kompas.com - 22/02/2024, 10:25 WIB
Labib Zamani,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Paguyuban kuliner daging anjing atau guk-guk di Solo, Jawa Tengah merespons adanya surat edaran terkait imbauan bagi masyarakat untuk tidak mengkonsumsi daging anjing.

Ketua Koordinator Paguyuban Kuliner Daging Guk-guk atau Non-pangan Solo, Agus Triyono mengatakan, bahwa surat edaran itu hanya bersifat imbauan, bukan larangan berjualan.

Sehingga, lanjut Agus, dirinya tidak bisa melarang para pedagang berhenti berjualan daging anjing. Justru, Agus mempersilakan mereka yang masih bisa mendapatkan pasokan daging anjing untuk tetap berjualan.

"Itu (surat edaran) cuma sekadar imbauan bagi masyarakat untuk tidak mengkonsumsi. Tapi kan belum ada surat larangan ataupun perda yang mengatur. Teman-teman kalau memang mereka masih bisa dapat pasokan saya suruh jualan tidak apa-apa," kata Agus dihubungi Kompas.com, Kamis (22/2/2024).

Baca juga: Keluarkan SE Setop Konsumsi Daging Anjing, Gibran: Sebatas Surat Edaran


Baca juga: Tanda-tanda Kucing Terkena Rabies, Apa Saja?

Agus menyampaikan, ada puluhan pedagang daging anjing di Solo. Namun demikian banyak di antara mereka yang berhenti berjualan, termasuk dirinya.

Menurut Agus, ini imbas dari penangkapan sebuah truk yang mengangkut 200 lebih ekor anjing untuk dijagal ke warung-warung makan di Solo, Jawa Tengah.

"Selama ini kita sudah tidak berjualan hampir dua bulan. Modalnya sudah habis-habisan," ungkap Agus.

Baca juga: Konsumsi Daging Anjing di Jateng Tembus 13 Ribu Ekor per Bulan, Aturan Dinilai Tak Jelas

Berkirim surat ke DPRD Solo

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.KOMPAS.com/Labib Zamani Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, Agus harus banting stir menjadi jasa angkut. Penghasilan yang Agus terima dari jasa angkut secara online dan offline belum mampu mencukupi kebutuhan.

Berbeda saat dirinya masih berjualan kuliner daging anjing. Agus sampai harus dibantu dua orang pegawai karena banyak pencinta kuliner daging anjing yang datang ke warungnya.

"Saya banting stirnya belum jalan penuh. Saya punya kendaraan jadi saya masih bisa cari jasa angkut. Tapi tidak mencukupi kebutuhan. Kadang dapat kadang tidak," terang dia.

Baca juga: Kejadian Luar Biasa, Kasus Rabies, dan Gejalanya...

Lebih jauh, Agus berharap, bersama dengan para pedagang kuliner daging Solo lainnya bisa bertemu dengan wali kota Solo. Mereka ingin ada solusi seandainya nanti tidak lagi diperbolehkan berjualan daging anjing.

Agus mengungkapkan, sebelumnya sudah berkirim surat ke DPRD Solo untuk bisa melakukan audiensi terkait polemik kuliner daging anjing. Tetapi sampai sekarang belum terwujud.

"Sebenarnya kemarin kita sudah buat surat pengajuan ke dewan untuk kita audiensi ditemukan dengan pemerintah sama pencinta hewan sama komunitas pedagang guk-guk. Tapi sampai sekarang belum ada jawaban," ungkap Agus.

Baca juga: Apa Itu Rabies, Gejala Terinfeksi Rabies, dan Penanganannya

Surat edaran larangan mengonsumsi daging anjing

Sebelumnya, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengeluarkan surat imbauan kepada masyarakat untuk tidak mengkonsumsi daging anjing.

Surat imbauan itu bernomor: TN.38/597/2024 tentang Himbauan Konsumsi Produk Pangan Asal Hewan yang Aman dan Sehat di Kota Surakarta serta ditetapkan dan ditandatangi pada 19 Februari 2024.

Surat imbauan ini ditujukan kepada seluruh masyarakat Solo, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Solo, Dinas Perdagangan Solo dan Kepala Satpol PP Solo.

Baca juga: Temuan Ratusan Anjing di Semarang dan Ancaman Paparan Rabies...

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

10 Atlet Bertalenta Khusus Asal Jateng Bertanding ke Bangladesh Wakili Indonesia

10 Atlet Bertalenta Khusus Asal Jateng Bertanding ke Bangladesh Wakili Indonesia

Regional
Mengenal Besek, Wadah Ramah Lingkungan dari Anyaman Bambu

Mengenal Besek, Wadah Ramah Lingkungan dari Anyaman Bambu

Regional
Jalur Ajibarang-Bumiayu Padat, Kendaraan Arah Jakarta Dialihkan ke Tol Pemalang dan Bandung

Jalur Ajibarang-Bumiayu Padat, Kendaraan Arah Jakarta Dialihkan ke Tol Pemalang dan Bandung

Regional
Kronologi Bus ALS Berpenumpang 47 Orang Terbalik di Jalur 'One Way' Padang-Bukittinggi, 1 Tewas

Kronologi Bus ALS Berpenumpang 47 Orang Terbalik di Jalur "One Way" Padang-Bukittinggi, 1 Tewas

Regional
Kisah Nahkoda KMP Sebuku Kapten Dwi Irianto, Tak Bisa Rayakan Lebaran Bersama Keluarga 24 Tahun

Kisah Nahkoda KMP Sebuku Kapten Dwi Irianto, Tak Bisa Rayakan Lebaran Bersama Keluarga 24 Tahun

Regional
Sebelum Tewas Tenggelam di Sungai, Jabarudin Sempat Teriak Minta TolongĀ 

Sebelum Tewas Tenggelam di Sungai, Jabarudin Sempat Teriak Minta TolongĀ 

Regional
Rem Blong, Motor Terperosok di Perbukitan Menumbing, Seorang Ibu Tewas

Rem Blong, Motor Terperosok di Perbukitan Menumbing, Seorang Ibu Tewas

Regional
Dugaan Penyebab Tewasnya 4 Orang Dalam Mobil yang Terjebak Lumpur

Dugaan Penyebab Tewasnya 4 Orang Dalam Mobil yang Terjebak Lumpur

Regional
Bus ALS Terbalik di Jalur One Way Padang-Bukittinggi, Satu Tewas, Puluhan Terluka

Bus ALS Terbalik di Jalur One Way Padang-Bukittinggi, Satu Tewas, Puluhan Terluka

Regional
Hilang Sejak Malam Takbiran, Perempuan di Sukoharjo Ditemukan Tewas Tertutup Plastik Hitam

Hilang Sejak Malam Takbiran, Perempuan di Sukoharjo Ditemukan Tewas Tertutup Plastik Hitam

Regional
Pria di Alor NTT Aniaya Temannya Usai Minum Miras

Pria di Alor NTT Aniaya Temannya Usai Minum Miras

Regional
Kapolda Riau Patroli di Perairan Sungai Siak, Pantau Kapal Pemudik

Kapolda Riau Patroli di Perairan Sungai Siak, Pantau Kapal Pemudik

Regional
Kecelakaan Toyota Calya Vs Kawasaki Ninja, Pengendara Motor Dilarikan ke RS

Kecelakaan Toyota Calya Vs Kawasaki Ninja, Pengendara Motor Dilarikan ke RS

Regional
Jalinbar Sumatera Tertutup Longsor, Jalur Wisata ke Krui Tersendat

Jalinbar Sumatera Tertutup Longsor, Jalur Wisata ke Krui Tersendat

Regional
2.481 Warga Jateng Kembali ke Perantaun, Ikut Mudik Gratis Naik Kapal Dobonsolo dari Pelabuhan Tanjung Emas

2.481 Warga Jateng Kembali ke Perantaun, Ikut Mudik Gratis Naik Kapal Dobonsolo dari Pelabuhan Tanjung Emas

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com