Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekapitulasi Suara di Sintang Kalbar, 2 KPPS Dirawat, Ketua PPK Diinfus Saat Pleno

Kompas.com - 20/02/2024, 05:42 WIB
Hendra Cipta,
Robertus Belarminus

Tim Redaksi

SINTANG, KOMPAS.com - Sebanyak dua petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar), dilaporkan tengah dirawat di rumah sakit karena kelelahan.

Kemudian, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Ketungau Hulu Hardi Karim tampak harus diinfus saat mengikuiti rapat rekapitulasi perhitungan suara tingkat kecamatan, Senin (19/2/2024).

Kepala UPTD Puskesmas Tebidah Hendrikus Marten mengatakan, petugas KPPS yang tengah dirawat adalah Stefanus Viky Andika dengan gejala pinggang dan kaki sebelah kiri mati rasa.

Baca juga: Sumur di Sintang Kalbar yang Keluarkan Minyak Mirip Pertalite Ditutup Pemiliknya

“Dia dirawat sejak Sabtu kemarin,” kata Hendrikus, dalam keterangan video yang diterima, Senin (19/2/2024) malam.

Hendrikus menerangkan, Stefanus Viky Andika menjalani rawat inap di puskesmas dengan diagnosa nyeri punggung bawah.

“Awal kejadiannya saat pasien melakukan penghitungan suara 14 Februari,” ujar Hendrikus.

Kemudian, petugas KPPS atas nama Margareta dengan keluhan nyeri perut dengan disertai muntah serta diare.

Baca juga: Heboh Sumur di Sintang Mengeluarkan Minyak Mirip Pertalite, Warga Ramai-ramai Isi Tangki Motor

Ia menuturkan, Margareta awalnya dirawat di puskesmas, namun harus dirujuk ke RSUD Ade M Djoen Sintang.

“Jadi, saat ini ada dua orang penyelenggara pemilu yang kita tangani untuk rawat inap,” ungkap Hendrikus.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Sumbangkan Gaji, Bripka Nasrul Buka Lahan Tidur untuk Bantu Warga di Perbatasan RI-Timor Leste

Sumbangkan Gaji, Bripka Nasrul Buka Lahan Tidur untuk Bantu Warga di Perbatasan RI-Timor Leste

Regional
Konflik BLN Vs Warga Papua Terkait Hutan Adat, Kapolres Salatiga: Dua Kali Mediasi Belum Sepakat

Konflik BLN Vs Warga Papua Terkait Hutan Adat, Kapolres Salatiga: Dua Kali Mediasi Belum Sepakat

Regional
Diduga Terima Gratifikasi, Direktur di Bank Blora Artha Dipecat

Diduga Terima Gratifikasi, Direktur di Bank Blora Artha Dipecat

Regional
 Golkar Yakin Usung Jendral Luthfi 'Nyagub' di Pilkada Jateng

Golkar Yakin Usung Jendral Luthfi "Nyagub" di Pilkada Jateng

Regional
Siswi SD di Baubau Dicabuli 26 Pria, Pelaku Belum Ditangkap

Siswi SD di Baubau Dicabuli 26 Pria, Pelaku Belum Ditangkap

Regional
Nonton Laga Perdana Piala AFF U-16, Gibran Datang di Babak Kedua

Nonton Laga Perdana Piala AFF U-16, Gibran Datang di Babak Kedua

Regional
Anggota Satpol PP Pekanbaru Peras Nenek-nenek Rp 3 Juta

Anggota Satpol PP Pekanbaru Peras Nenek-nenek Rp 3 Juta

Regional
2 Inovasi Kemenag 2024: Aplikasi Kawal Haji dan Skema Murur

2 Inovasi Kemenag 2024: Aplikasi Kawal Haji dan Skema Murur

Regional
Penjinak Bom Polda Babel Hancurkan Mortir Aktif Amunisi Kapal Perang

Penjinak Bom Polda Babel Hancurkan Mortir Aktif Amunisi Kapal Perang

Regional
Karantina Lampung Gagalkan Pengiriman 198 Burung Dilindungi

Karantina Lampung Gagalkan Pengiriman 198 Burung Dilindungi

Regional
Pengurus Penyeberangan Protes Sterilisasi Pelabuhan, ASDP Bersuara

Pengurus Penyeberangan Protes Sterilisasi Pelabuhan, ASDP Bersuara

Regional
Terungkap, Kasus Prostitusi Anak di Bawah Umur di Tanjungpinang

Terungkap, Kasus Prostitusi Anak di Bawah Umur di Tanjungpinang

Regional
Lagi, Anak Penyanyi Dangdut Lilis Karlina Ditangkap karena Edarkan Narkoba, Baru 5 Bulan Bebas

Lagi, Anak Penyanyi Dangdut Lilis Karlina Ditangkap karena Edarkan Narkoba, Baru 5 Bulan Bebas

Regional
Ternyata Siswa SMK yang Tewas di OKU Timur Dibunuh Pacarnya, Motif Cemburu

Ternyata Siswa SMK yang Tewas di OKU Timur Dibunuh Pacarnya, Motif Cemburu

Regional
Oknum Polisi di Sumbawa Diduga Cabuli Anak Kandung Sejak Kelas 6 SD

Oknum Polisi di Sumbawa Diduga Cabuli Anak Kandung Sejak Kelas 6 SD

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com