Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tokoh Agama Jateng Minta Masyarakat Tak Berselisih karena Beda Pilihan Politik

Kompas.com - 31/01/2024, 11:26 WIB
Titis Anis Fauziyah,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

SEMARANG, KOMPAS.com - Tokoh lintas agama di Jawa Tengah meminta agar masyarakat tidak berselisih karena berbeda pilihan politik pada puncak pemilu 2024, 14 Februari nanti.

Pasalnya dua pekan mendatang, masyarakat tidak hanya mencoblos capres dan cawapres saja. Namun juga DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota sekaligus.

Untuk itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah, Taslim Syahlan bersama jejaring Gerakan Kebangsaan Watugong turut menyerukan pemilu damai saat jumpa pers di Vihara Tanah Putih di Semarang, Selasa (30/1/2024).

Baca juga: Satgas Nusantara Polri Sambangi Tokoh-tokoh Agama, Ajak Kawal Pemilu Damai

"Harapan kita, walaupun beda pilihan politik, kita tetap bersaudara dan tidak terkoyak oleh hajatan lima tahunan yang namanya pemilu," ujar Taslim.

Kendati setiap individu menginginkan paslon dan caleg yang didukung menang, tapi hal itu tidak boleh mengorbankan kerukunan umat bergama.

Dalam hal ini pihaknya meminta FKUB di kabupaten/kota turut mengambil peran untuk menjaga tensi pemilih dari kalangan umat beragama.

"Tolong jangan karena beda agama jadi pemantik ketidakrukunan, yang penting kita rukun. Jadi syahwat politik boleh tinggi, tapi kita tetep rukun, damai, adem," imbaunya.

Apalagi Indonesia bukan negara yang diperuntukkan umat beragama tertentu, tapi rumah bersama bagi semua umat beragama.

Sehingga penting bagi semua umat beragama untuk tidak berpolitik dengan fanatik hingga menimbulkan polarisasi dan perpecahan di tengah dinamika politik yang terus berkembang saat ini.

Baca juga: Tokoh Agama Diminta Berperan Penting Menyukseskan Pemilu Damai di Papua

"Kami bersama para ustadz, para romo, suster, penuntun, penghayat kepercayaan, pendeta, budayawan, seluruh komponen masyarakat di Jateng mengharapkan agar pemilu berjalan jujur, adil, bermartabat," tegasnya.

Lebih lanjut, Suster Krista dari SDN Kebondalem, menilai semangat persaudaraan menjelang pemilu ini menjadi penting bagi setiap individu.

"Bahwa kita berbeda (pilihan) tidak apa-apa. Tapi kita adalah bersaudara menjadi satu bangsa Indonesia. Saya berharap kami semua bisa menularkan semangat ini pada setiap warga," tandas Suster Krista.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baru Kelas 6 SD, Bocah di Jambi Punya Tinggi 2 Meter

Baru Kelas 6 SD, Bocah di Jambi Punya Tinggi 2 Meter

Regional
Bocah SMP di Garut Saksikan Sang Ibu Dibunuh Perampok di Kamar Mandi, Tangannya Sempat Diikat

Bocah SMP di Garut Saksikan Sang Ibu Dibunuh Perampok di Kamar Mandi, Tangannya Sempat Diikat

Regional
Isi Surat Wasiat di Dekat Jasad Bayi Dalam 'Paper Bag' di Bali, Ada Uang Rp 1 Juta untuk Pemakaman

Isi Surat Wasiat di Dekat Jasad Bayi Dalam "Paper Bag" di Bali, Ada Uang Rp 1 Juta untuk Pemakaman

Regional
Warga Tembalang dan Candisari Deklarasikan Dukungan kepada Mbak Ita untuk Maju Pilwakot Semarang 2024

Warga Tembalang dan Candisari Deklarasikan Dukungan kepada Mbak Ita untuk Maju Pilwakot Semarang 2024

Regional
Dipolisikan Rektor Unri karena Kritik UKT, Khariq: Saya Tetap Berjuang meski Dipenjara

Dipolisikan Rektor Unri karena Kritik UKT, Khariq: Saya Tetap Berjuang meski Dipenjara

Regional
Warga Gayamsari Deklarasikan Dukungan Mbak Ita Maju Pilwakot Semarang 2024

Warga Gayamsari Deklarasikan Dukungan Mbak Ita Maju Pilwakot Semarang 2024

Regional
Malam Mencekam di Lombok, 1 Desa Diserang Puluhan Warga dengan Sajam

Malam Mencekam di Lombok, 1 Desa Diserang Puluhan Warga dengan Sajam

Regional
2 Kali Jadi Wakil, Ita Daftar Bakal Calon Wali Kota Semarang lewat PDI-P

2 Kali Jadi Wakil, Ita Daftar Bakal Calon Wali Kota Semarang lewat PDI-P

Regional
Seorang Calon Jemaah Haji Mataram Batal Berangkat karena Hamil 2 Bulan

Seorang Calon Jemaah Haji Mataram Batal Berangkat karena Hamil 2 Bulan

Regional
Dirundung, Puluhan Siswi SMA Wira Bhakti Gorontalo Lari dari Sekolah

Dirundung, Puluhan Siswi SMA Wira Bhakti Gorontalo Lari dari Sekolah

Regional
Dituding Lecehkan Gadis Pemohon KTP, ASN Disdukcapil Nunukan: Saya Tidak Melakukan Itu

Dituding Lecehkan Gadis Pemohon KTP, ASN Disdukcapil Nunukan: Saya Tidak Melakukan Itu

Regional
Longsor di Pinrang, Batu Seukuran Mobil dan Pohon Tumbang Tutupi Jalan

Longsor di Pinrang, Batu Seukuran Mobil dan Pohon Tumbang Tutupi Jalan

Regional
Transaksi Seksual di Balik Pembunuhan Gadis Muda Dalam Lemari di Cirebon

Transaksi Seksual di Balik Pembunuhan Gadis Muda Dalam Lemari di Cirebon

Regional
Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Sabtu 11 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Sabtu 11 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Sabtu 11 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Sabtu 11 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com